Kotamobagu – Perkembangan usaha yang bergerak di bidang kuliner di Kotamobagu terus diminati oleh warga yang dalam kesehariannya, memiliki hobi memasak. Seperti yang dilakoni oleh Lidia Ratela, salah satu warga Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur, yang saat ini tengah mengelola sebuah kedai Ratu Z yang terletak di ruas Jalan Ahmad Yani Kotamobagu.

“Usaha ini sudah sejak tahun 2015, dan dibuka hingga malam hari. Dimana, sejauh ini kami beryukur usaha ini berjalan cukup lancar, sebab dari para ASN, karyawan swasta dan juga sopir bentor, banyak yang makan di tempat ini,” ungkap Lidia, yang Kedainya tepat berada di sepan Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu.

Dirinya menambahkan, kalau dia tidak memasang harga yang terlampau tinggi untuk bisa menikmati sajian di kedai Ratu Z tersebut. Pasalnya, hanya dengan Rp15 ribu, pegunjung sudah bisa menikmati sajian nasi campur dengan menu yang tersedia, seraya dapat mengambil sendiri dengan porsi semampunya. “Selain nasi campur, kita juga menyediakan menu lainnya seperti mei brenebon tulang sapi, bakso biasa bersama tetelan, atau juga bakso tulang sapi, nasi goreng kampung, mie ojo, indomie telur ceplok dan indomie goreng, paket ayam lalapan, ikan bakar, mujair goreng dan bakar, tinutuan, juga bubur ayam,” jelasnya.

Selain makanan, Lidia juga mengatakan kalau mereka juga menyediakan aneka minuman, seperti kopi hitam dan kopi susu, maupun kopi susu coklar, kopi jahe, fanta susu, es the, the susu, the hangat, es the tawar, nutrisari, cappuccino, dan coffee latte, es teler, es buah, es brenebon dan juga es kacang tanah.  Selain itu, aneka gorengan juga siap mengisi perut para pengunjung seperti pisang goreng kipas, goroho stik, serta aneka roti bakar. “Kopi yang kita sajikan merupakan kopi khas Kotamobagu. Sebab, dengan demikian kita juga bisa ikut membantu petani kopi di daerah ini, seraya mempromosikan hasil bumi Kotamobagu dengan cita rasa khasnya,” tambahnya.

Untuk pendapatan sehari-hari, Lidia yang merupakan istri dari Alfian Tumbol ini mengaku kalau omzet yang dia dapatkan bervariasi, tergantug dari banyaknya pengunjung. “Kisaran omzet yang didapatkan paling sepi itu Rp500 ribu, dan bisa sampai Rp1,5 juta,” tuturnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here