INFOKINI.NEWS, KOTAMOBAGU – Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) melakukan survei di sejumlah lahan untuk tanam kopi yang nantinya bakal dijadikan sebagai sentra budidaya kopi di Kota Kotamobagu. Lokasi survei penelitian potensi lahan dilakukan di Kecamatan Kotambagu Utara dan Kotamobagu Selatan.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Balitbangda, Fenti Mifta, mengatakan, salah satu lokasi yang telah disurvei yakni di Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan pada Sabtu (3/11/2018) lalu.

“Survei dilakukan baru pengumpulan data, sampel tanah, kemudian curah hujan, dan lain sebagainya,” katanya, Senin (5/11/2018)

Peneliti selanjutnya menganalisis kopi apa yang cocok di tanam di lahan tersebut.”Kecocokan tanah masuk dalam analisa,” ujarnya.

Selain itu, terkait sosial ekonomi, nantinya semua dari rangkaian hasil penelitian itu bisa di rekomendasikan Pemkot Kotamobagu ke pemerintah pusat.”Saat survei kita juga memberikan pemahaman kepada para petani terkait pengelolaan budidaya kopi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia katakan, pihaknya akan mengrim hasil survei itu ke Puslitkoka di Jember, Jawa Timur.”Nanti hasilnya bisa menjadi pemetaan untuk wilayah Kotamobagu yang cocok untuk penanaman kopi, wilayah kota mana yang memiliki potensi pertumbuhan kopi yang paling potensial,” terangnya.

Sementata itu, Tenaga Ahli Puskitkoka, Ari Wahono mengatakan, jenis tanah di Kotamobagu Selatan berjenis podsolik merah – kuning dengan solum tanah dalam kurang lebih 15 cm, topografi berbukit denan kemiringan antara 8-45 persen, evalasi 250-980 mdpl.

“Lahan yang telah disurvei berpotensi guna pengembangan kopi robusta maupun arabika,” terangnya

Yuliasmara, ahli tanaman kopi  mengatakan, khusus di Poyowa Besar bersatu ada potensi pengembangan kopi robusta dan arabika.

“Lahan tersebut nantinya akan dibuatkan roadmap pengembangan kopi lima tahunan, yang nantinya akan melibatkan pihak-pihak terkait,” katanya. (irg)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here