INFOKINI.NEWS, KOTAMOBAGU – Keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kotamobagu, mulai dikeluhkan sejumlah masyarakat. Pasalnya, dari lima SPBU yang tersebar di Kotamobagu, hanya ada dua SPBU yang menyediakan BBM jenis Premium.

Hal ini sangat mengganggu masyarakat khususnya, para supir pengendara roda tiga (Bentor) yang terpaksa harus membeli BBM jenis pertalite yang harganya sedikit mahal.

“Jika Pertalite mahal, itu harganya Rp 9 Ribu per liter, ini tidak sepadan dengan tarif penumpang yang ada. Kalau premiumkan masih murah, tentu pendapatan kami masih cukup lumayan. Kami minta kebijakan Pemerintah terkait dengan ini,” kata Randi Detu, seorang supir bentor asal Kelurahan Molinow, Rabu (05/09/2018).

Senada, Hendra Potabuga (29), warga Kelurahan Mongkonai ini mengatakan, untuk menghemat biaya, dia terpaksa harus mengantri berjam-jam di SPBU Jalan D C Manopo Kelurahan Matali, untuk mendapatkan BBM jenis premium.

“Yang ada premiumkan hanya ada dua SPBU, satunya disini. Yaah, untuk menghemat biaya, saya harus antri disini dari pagi, untuk mendapatkan premium, kalau pertalite itu mahal,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kotamobagu Alfian Hasan mengatakan, akan berkoordinasi dengan pihak SPBU terkait hal itu.

“Memang dari lima SPBU di Kotamobagu, hanya dua SPBU yang menyediakan BBM jenis premium, itu di SPBU Kelurahan Matali dan Kelurahan Kotobangon. Yang tidak mensuplay premium itu ada di SPBU Desa Pontodon, Desa Moyag dan Kelurahan Mongkonai,” katanya.

Menurutnya, Itu permintaan langsung dari pihak SPBU ke pertamina, dimana tidak lagi disuplay BBM jenis Premiun dan solar. “Kami sudah pernah koordinasikan dengan pihak SPBU yang tidak mensuplay BBM bersubsidi itu, namun itu sudah permintaan mereka ke pihak pertamina. Kami belum dikasih tahu alasannya kenapa, yang jelas pihak SPBU nya langsung yang meminta pertamina untuk tidak mensuplay premium di SPBUnya,” ungkapnya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap akan melakukan koordinasi kembali dan meminta pihak SPBU untuk menyediakan premium mengingat kebutuhan masyarakat akan premium tersebut sangat tinggi.

“Prodak BBM yang disuplay ke Kotamobahu itu sebanyak 8 ribu liter per jenis BBM, itu sudah sangat memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, masyarakat kebanyakan mengarah ke premium, sedangkan untuk solar dan premium itu hanya ada di dua SPBU. Sehingga, kami akan konsultasikan kembali dengan pihak SPBU bagaiman agar mereka bisa menyediakan premium tersebut,” tutupnya.

Peliput: Tim InfoKini News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here