Kotamobagu – Hanya dengan menjual Soto Betawi selama belasan tahun, Adang Supriatna warga Kelurahan Sinsindian Kecamatan Kotamobagu Timur, berhasil menuntaskan sekolah anaknya, bahkan hingga ke jenjang magister atau S2.

Hal itu diakui Adang, yang dalam kesehariannya menjual Soto Betawi buatan dirinya bersama istri, di Kelurahan Sinindian. “Alhamdulillah, sudah sekira 15 tahun sejak saya dan istri datang ke Kotambagu tahun 2005 lalu, dan mulai menjual Soto Betawi ini. Hasilnya, walaupun kecil-kecilan, tetapi anak saya sudah selesai S1, bahkan ada yang sudah sampai S2 dan mengajar di salah satu kampus di Nangroe Aceh Darussalam,” ucap Adang.

Adang yang merupakan orang asli Tasikmalaya ini mengatakan kalau dirinya mampu bertahan hingga 15 tahun, dengan jualan soto betawinya sebab memiliki peminat dan juga pelanggan tetap, yang senantiasa membeli hasil olahan soto betawinya.

Meski demikian, saat ditanya hasil penjualannya di masa pendemi covid-19, Adang mengakui kalau omzetnya mengalami penurunan. Ini bisa dilihat dari pemakaian bahan seperti daging yang dipakai olehnya setiap hari. “Kalau di hari-hari biasa sebelum covid-19 sekira 7-8 kilogram daging baba dan usus bisa dipakai dalam sehari, tetapi sejak pendemi ini mengalami penurunan sampai 6 kilogram, dan itu biasanya habis sampai 2 hari,” tambahnya.

Walau begitu, Adang mengaku tetap bersyukur, sebab dirinya masih tetap bisa memenuhi kebutuhan kesehariannya, dari hasil menjual soto betawi tersebut. “Semua tetap harus disyukuri, sebab walau dengan suasana pendemi ini minimal kebutuhan sehari-hari masih bisa tercukupi dari jualan soto betawi ini,” tuturnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here