Kotamobagu – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyelenggarakan rapat bersama Budayawan dan Pelaku Usaha di bidang Tata Rias dan Dekorasi Pelaminan Pengantin, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kotamobagu, Rabu (19/02/2020).

Menurut Kepala Disbudpar, Anki Taurina Mokoginta, rapat tersebut bertujuan untuk menyatukan pemahaman tentang penggunaan pakaian serta dekorasi pelaminan pengantin sesuai adat budaya Bolaang Mongondow yang sebenarnya.

“Rapat hari ini kita baru mengundang budayawan dan pelaku usaha jasa tata rias pengantin sebagai narasumber guna membahas hal-hal yang terkait dengan proses pelaksanaan adat dan budaya pernikahan, tentang pakaiannya seperti apa, penggunaan sunting, banang, hamsey, keris, maupun warna pakaian yang boleh digunakan, ini dulu yang harus kita sepaham kan melalui kegiatan kali ini,” kata Anki, Rabu (19/2/2020).

Lanjutnya hasil kesepahaman tersebut, nantinya akan kembali dibahas pada seminar adat dan budaya yang akan diselenggarakan pihaknya pada tahun ini.

“Hasil ini nantinya akan dibahas lagi pada seminar yang akan menghadirkan seluruh pemangku adat desa dan kelurahan serta para penggiat seni yang ada di daerah ini, agar bisa diperoleh rujukan untuk pembuatan perdanya,” ujarnya.

Sementara itu, Chairun Mokoginta budayawan yang hadir pada kegiatan ini menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Kotamobagu dalam hal ini Disbudpar atas penyelenggaraan kegiatan yang sangat penting dan strategis ini.

“Tentunya kami ucapkan terima kasih kepada pemkot karena sudah menyelenggarakan acara ini. Hari ini kegiatan yang kita ikuti bersama kalau dalam bahasa daerah “Mongonguman” untuk menyatukan cerita tentang adat dan kebudayaan. Nah hari ini kita sudah berhasil menyepakati pakaian adat pria wanita sesuai adat dan budaya mongondow,” kata Chairun.

Dia berharap upaya pelestarian adat dan kebudayaan, dapat berkesinambungan melalui kegiatan-kegiatan yang telah diselenggarakan pada hari ini.

“Kami berharap kedepan tidak hanya berhenti sampai disini, tapi ada upaya dan tindak lanjut khusunya yang berkaitan dengan pengembangan, pemberdayaan, penelitian dan pelestarian adat dan budaya bolaang mongondow di daerah ini,” ujarnya.

Budayawan lainnya, Sa’ad Mokoagow juga menambahkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan merupakan sebuah langkah maju yang dilakukan Pemkot Kotamobagu dalam upaya melestarikan adat dan kebudayaan Bolaang Mongondow.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, bisa membawa kita satu langkah lebih maju dalam pelaksanaan adat dan budaya. Dalam hati kami sebagai budayawan, berharap dapat menyaksikan sendiri pakaian serta pelaksanaan adat budaya daerah kita yang sebenarnya,” tambahnya.(zak)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here