IKNews, TOJO UNA-UNA – Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), dr. Niko, S.Ked, menjadi sorotan publik setelah membantah keluhan warga terkait kondisi neon box Puskesmas Ampana Timur yang disebut rusak dan tak terawat.
Keluhan masyarakat mencuat karena neon box tersebut masih terpasang meski kondisinya dinilai memprihatinkan. Warga menilai bantahan yang disampaikan Kepala Dinas justru memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap fasilitas kesehatan di bawah kewenangannya.
“Seharusnya beliau turun langsung melihat kondisi di lapangan, bukan sekadar membantah,” ujar seorang warga Ampana Timur yang ditemui wartawan.
Saat dikonfirmasi pada Senin (26/1/2026) sore, dr. Niko menyatakan bahwa neon box tersebut telah diperbaiki sejak April 2025, bahkan mengklaim sudah tidak digunakan lagi.
“Bisa jadi neon box itu memang sudah tidak dipakai dan sudah saya perintahkan untuk dibongkar,” kata dr. Niko.
Namun pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, hingga kini neon box yang dimaksud masih terpasang di area Puskesmas Ampana Timur dan terlihat mengalami kerusakan, sehingga dinilai mengganggu estetika fasilitas pelayanan kesehatan.
Sejumlah warga juga mengingatkan kembali pernyataan Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, yang pada rapat paripurna DPRD tahun 2025 lalu menyoroti perlunya pembenahan fasilitas Puskesmas Ampana Timur. Saat itu, dr. Niko masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan dan KB.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik akan dampaknya terhadap pelaksanaan program kesehatan, termasuk Program “Berani Sehat” yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta program kesehatan unggulan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una.
Masyarakat menilai lemahnya pengawasan terhadap fasilitas dasar kesehatan mencerminkan kinerja pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak maksimal. Mereka mendesak pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang dinilai lalai.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan masyarakat tersebut.* (Mg02)








