Politik – Geliat pengawasan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Sulawesi Utara (Sulut) kian tajam. Data Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan dipetakan. Gerak patroli pun disiapkan.

Langkah tersebut dibeber, Pimpinan Bawaslu Sulut, Kenly Poluan. Ketua Divisi Bidang Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) ini menyampaikan, pihaknya sementara melakukan identifikasi TPS rawan. “Datanya sudah ada. Ini kemudian akan digabungkan dengan data evaluasi pada tahapan kampanye serta data kunjungan rumah ke rumah,” ujar Poluan, baru-baru ini, dalam sebuah kegiatan Bawaslu di Aryaduta Hotel Manado.

Ini sangat penting menurutnya, agar nantinya ketika akan melakukan patroli, pihaknya bisa tahu harus mengarah ke mana. Saat sudah diketahui TPS yang rawan maka jajaran Bawaslu akan mendatanginya.
“Kecamatan mana yang rawan, bisa kita cegah akan kita datangi,” tutur Poluan.

Dirinya pula menyampaikan, pihak Bawaslu telah melakukan sekitar 200 ribu kunjungan rumah. Kemudian mengorganisir tokoh kampung yang kritis untuk membantu Bawaslu. “Kami mendapatkan sekitar 20 persen di kampung orang-orang yang menjadi bagian membantu Bawaslu. Pertemuan kita dengan orang-orang yang di kalangan atas penting tapi kadang belum bisa memberikan efek yang kuat. Makanya kita mengorganisir sampai ke kampung-kampung. Bukan hanya kota kabupaten kecamatan tapi sampai di pulau-pulau,” ujar Poluan.

Upaya pengorganisasian tokoh-tokoh kritis ini karena kesadaran ternyata moral publik bangsa ini banyak yang muncul dari masyarakat di kampung dan pinggiran. “Yang menolak bantuan covid juga ada yang datang dari orang-orang di bawah, orang menengah, kita kadang-kadang harus belajar kepada orang-orang tua kita yang tinggal di desa-desa,” paparnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here