IKNews, TANA TORAJA – Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan, memastikan penyelidikan kasus kematian tragis Nelson — remaja yang ditemukan meninggal gantung diri di Makale, Maret lalu — berjalan secara transparan dan profesional.
Hal ini ditegaskan langsung saat Kapolres menerima aksi unjuk rasa mahasiswa dan keluarga almarhum di Kantor DPRD dan Mapolres Tana Toraja, Kamis (29/8/2025). Mereka menyuarakan keresahan soal dugaan kejanggalan dalam kematian Nelson yang masih menyisakan tanda tanya.
Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Vicon Polres, Kapolres menyampaikan duka mendalam dan membuka ruang dialog. “Kami pastikan, tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, Iptu Arlin Allolayuk, turut merinci proses penyelidikan yang telah dilakukan. Sebanyak 30 saksi diperiksa, barang bukti dikumpulkan, termasuk hasil autopsi dari ahli forensik yang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau unsur pidana.
Namun demikian, pihak kepolisian tetap menerima segala masukan, termasuk dari keluarga dan kuasa hukum, sebagai bahan pendalaman.
“Setiap informasi akan kami tindak lanjuti secara serius. Tapi kami juga berharap publik tidak terpancing oleh narasi yang belum terverifikasi,” ujar Iptu Arlin.
Kasus ini menyita perhatian publik, dan kini semua mata tertuju pada proses hukum yang tengah berjalan — diharapkan menjadi terang bagi keluarga dan masyarakat luas.*
Peliput: Syarif