Kotamobagu – Usaha ayam petelur di wilayah Kota Kotamobagu terbilang masih cukup menjanjikan. Hal ini sebagaimana yang dilakoni oleh Rafiq Endro Mokodompit, salah seorang warga di Desa Poyowa Besar Kecamatan Kotamobagu Selatan. Mengaku mewarisi usaha tersebut dari orang tuanya, Rafiq mengungkapkan kalau usaha tersebut, saat ini cukup memberikan dampak positif akan roda perekonomiannya.

“Usaha ini sudah ditekuni oleh orang tua saya sekira 25 tahun lamanya hingga saat ini, kemudian dikelola oleh saya. Hasilnya, cukup menjanjikan, sebab tidak bisa dipungkiri, saat ini telur merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat juga,” ungkap Rafiq.

Rafiq mengatakan, dengan keberadaan langganan yang telah dibngun lama relasinya oleh orang tuanya, dirinya tidak kesulitan dalam hal memasarkan hasil telur yang diproduksi oleh ribuan ayam di kandangnya setiap hari. “Ada sekira 1.700 ayam di kandang, dengan produksi tiap hari sekira 42 bak. Untuk setiap bak sendiri berisi 30 butir telur,” jelasnya.

Namun demikian, Rafiq  menambahkan untuk biaya pakan ternak ayam sendiri, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi, saat memulai usaha tersebut, dirinya mengatakann kalau orang tuanya sempat mengeluarkan anggaran sekira Rp100 juta. “Semuanya tergantung dari manajemen usaha ini sendiri. Tentu dengan hasil yang ada, serta manajemen yang bagus, masih ada keuntungan yang bisa didapat setelah biaya produksi pakan ternak disisihkan,” tuturnya.(Zak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here