KOTAMOBAGU – Pengrajin Lesung Batu di wilayah Kotamobagu khususnya, bisa dibilang sangat sedikit, bahkan bisa dihitung banyaknya. Salah satunya adalah Tapri Lasantu, salah seorang warga Kelurahan Motoboi Besar Kecamatan Kotamobagu Timur, yang mengaku telah menekuni usaha pembuatan lesung batu tersebut selama kurang lebih hampir 30 tahun lamanya.

“Saya membuat lesung batu ini sejak tahun 1992. Saat itu, saya bekerja ke orang jawa di daerah ini. Setelah orang tersebut pulang ke kampung halaman. Saya kemudian memutuskan untuk memulai usaha ini dengan mandiri,” ungkap Tapri.

Tapri mengatakan, dengan modal bahan dan alat seadanya seperti pali, gerinda, linggos juga batu buya, dirinya dibantu oleh sang istri menekuni usaha tersebut. Dimana, dari pengakuan Tapri, setiap hari dia bisa menyelesaikan sekira 2-3 lesung baru setiap harinya. “Karena masih manual, makanya produksinya terbatas,” tambahnya.

Namun demikian, karena prosesnya yang masih manual tersebut, justru lesung batu butan Tapri diincar warga hingga keluar daerah, hingga ke Provinsi Maluku Utara. “Ada sampai ke Kota Ternate Provinsi Maluku Utara, mereka memesan lesung batu ini. Selain itu dari Provinsi Gorontalo, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Timur juga memesan lesung ini,” tuturnya.

Untuk harganya pun bisa dikatakan cukup murah, jika dibandingkan dengan tingkat kesulitan membuat lesung batu tersebut. Pasalnya, hanya dengan Rp 50 – 100 ribu, lesung batu buatan Tapri sudah bisa didapatkan. “Untuk memesan bisa langsung menghubungi nomor whatsapp saya di 0823 4994 4545, atau bisa juga langsung data ke lokasi di Kelurahan Motoboi Besar, tepatnya depan restaurant Kota Terapung,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here