INFOKINI.NEWS- Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur tahun 2020 mengunjungi area pertanian tanaman cabe di Desa Lembean, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (29/04) siang.

Kepada awak media, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulut Novly Wowiling mengatakan melalui kunjungan tim pansus DPRD Sulut, kami ingin memperlihatkan program dan kerja dari dinas pertanian.

“Dengan kunjungan ini, kami ingin mengangkat komuditas cabe yang dari sisi harga pasar menarik, lewat pendampingan dinas dan dengan harga yang bagus ini, di tambah dengan kunjungan dprd di dalamnya mereka sudah bisa melihat dan mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan di tingkat petani, didorong melalui kebijakan-kebijakan alokasi anggaran, agar petani lebih kuat lagi kedepan,” ujar Wowiling.

Ditambahkan Wowiling, dengan terbangunnya kesadaran dari tim pansus DPRD, yang mana pertanian ini menjadi penting di era pandemi diantaranya komuditas cabe.

“Bantuan yang kami berikan pada para petani yaitu benih dan mulsa (plastik penutup). Kami pun berharap dengan adanya minimal dua komponen bantuan bisa mendorong petani, kita pun juga mempersiapkan petani agar bisa mandiri. Harapan pemerintah dengan dua jenis bantuan ini mereka bisa kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Minahasa Utara (Minut) W S Karundeng menuturkan khusus untuk Dinas Pertanian Minut, agar terus berupaya memberi support pada masyarakat

“Terutama pada para petani dengan memberikan bantuan sarana produksi berupa bibit,”jelas Karundeng.

Terpisah, Jeffry Tuwaidan yang juga pemilik kebun di Desa Lembean menuturkan bahwa dirinya sudah dua belas tahun menanam cabe rawit dengan struktur tanah yang bagus.

“Dua belas tahun tanaman masih eksis, panen lancar, harga lancar akan tetapi cabe rawit harga jual lumayan mahal. Untuk panen cabe rawit tujuh puluh hari, dan kalo untuk cabe lokal empat bulan stengah baru bisa panen,”ujar Tuwaidan.

Dan untuk keunggulan kata Jeffry Tuwaidan biaya perawatan rendah, bahkan agro bisnis pun di jual di luar pulau.

“Kami jual di luar pulau seperti ternate dan ambon, kemudian harga jual cabe rawit seharga lima puluh ribu per kilo, sekali panen langsung habis dengan jangka waktu tiga bulan, kurang lebih keseluruhannya sepuluh ton,”ucap Tuwaidan.

Maka dari itu kata Jeffry Tuwaidan para petani butuh sentuhan dari pemerintah, kami butuhkan kolaborasi dari petani dan pemerintah.

“Seperti saat ini ada kunjungan dari anggota DPRD di tempat ini, kami harap kunjungan ini dapat mendorong program petani agar berjalan dengan baik,”ungkap Tuwaidan.

(DNL)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here