IKNews, KENDAL – Masalah gigi berlubang di kalangan anak-anak sekolah dasar ternyata belum selesai, terutama di wilayah pedesaan Jawa Tengah. Merespons kondisi ini, sekelompok dosen dan mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus Kendal menyambangi SD Negeri 1 Sumberejo, Selasa (12/08/2025), untuk membekali siswa dengan dua hal penting: edukasi kesehatan dan keterampilan digital.
Menurut data Riskesdas 2018, lebih dari separuh anak di Jawa Tengah mengalami masalah gigi, dan anak-anak di desa lebih rentan karena kurangnya akses informasi. Di sinilah pengabdian masyarakat menjadi jalan tengah.
“Kami tidak sekadar memberi tahu cara menyikat gigi yang benar, tapi juga bagaimana menggunakan teknologi untuk itu,” ungkap Rozikhan, SKM., M.Kes (Epid), anggota tim pengabdi.
Kegiatan berlangsung interaktif. Anak-anak diajak mengenal aplikasi edukatif, bermain kuis digital seputar kesehatan gigi, serta membuat jadwal perawatan gigi menggunakan ponsel. Tak hanya siswa, guru pendamping pun dilibatkan agar edukasi ini bisa dilanjutkan di kelas.
Arief Azhari Ilyas, S.St., M.K.M., dan Ichsan Rizqi Dewanto, A.Md.Kes., turut mengarahkan jalannya kegiatan, dengan dukungan penuh dari mahasiswa RMIK.
“Yang menarik, anak-anak cepat sekali menangkap informasi ketika media pembelajarannya sesuai zaman mereka,” ujar Ichsan.
Dengan kegiatan ini, tim pengabdi berharap anak-anak di desa bisa mengimbangi tantangan zaman dengan literasi digital yang bermanfaat—bukan hanya untuk akademik, tapi juga untuk hidup sehat.
Laporan : Isti