IKNews, KENDAL – Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus Kendal kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah binaan di laksanakan di SD Negeri 1 Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Selasa (12/08/2025).
Ketua tim pengabdi, Tri Wiyatini, SKM., M.Kes (Epid), Melibatkan 32 peserta yang terdiri dari Siswa Sekolah Dasar beserta Guru pendamping, didukung penuh oleh tim pengabdi yang terdiri dari Rozikhan, SKM.,
M.Kes (Epid), Arief Azhari Ilyas, S.St., M.K.M, dan Ichsan Rizqi Dewanto, A.Md.Kes. Selain
itu, Mahasiswa RMIK.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Semarang kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Literasi Kesehatan Digital untuk Mendukung Kesehatan Gigi dan Mulut pada siswa sekolah dasar.
Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi persoalan serius di kalangan anak usia sekolah. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa lebih dari 50% anak di Jawa Tengah mengalami masalah gigi, dengan prevalensi lebih tinggi di pedesaan. Rendahnya literasi kesehatan digital dan kurangnya akses informasi kesehatan menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi tersebut.
Melalui kegiatan ini” Tim pengabdi berupaya meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar
mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan pendekatan berbasis digital. Program ini mencakup sosialisasi interaktif, praktik menjaga kebersihan gigi yang benar, serta pendampingan siswa dalam mengakses berbagai platform digital yang dapat membantu memantau dan merencanakan perawatan kesehatan gigi sehari-hari”.
Ketua tim pengabdi, Tri Wiyatini, SKM., M.Kes (Epid)” Menyampaikan bahwa literasi digital
merupakan keterampilan penting yang harus ditanamkan sejak dini. “Melalui program ini,
siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga
belajar memanfaatkan teknologi digital untuk memantau serta merencakan perawatan
kesehatan giginya,” jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan 32 peserta yang terdiri dari siswa sekolah dasar beserta guru
pendamping, yang diajak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Para siswa diperkenalkan pada aplikasi edukasi kesehatan gigi serta video interaktif. Guru berperan sebagai fasilitator
untuk memastikan keberlanjutan edukasi di sekolah.
“Mahasiswa RMIK juga turut terlibat sebagai enumerator yang mendampingi siswa selama
kegiatan, Salah satu siswa peserta, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Ternyata menjaga gigi itu bisa dipelajari lewat video dan permainan di HP. Jadi lebih mudah mengerti,” ujarnya
Dengan penuh antusias, Dengan engan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa sekolah dasar di Desa Sumberejo semakin peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut, sekaligus memiliki keterampilan literasi digital yang dapat mendukung mereka untuk hidup sehat di era teknologi.*
Peliput: Isti