IKNews, MINUT – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, warga Desa Patokaan, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara, kembali menghadapi masalah kelangkaan gas LPG 3 kg. Pantauan langsung di dua pangkalan utama, stok gas kosong dan warga kesulitan mendapatkan pasokan.
Kelangkaan ini bukan semata karena stok habis, melainkan sistem distribusi yang dianggap tidak tepat. “Gas LPG di desa kami sering dialihkan ke desa lain atau dijual di warung dengan harga eceran tinggi hingga Rp30.000 per tabung. Kami jadi kesulitan mendapatkan gas,” ujar Meyni, salah seorang warga, dengan nada kesal.
Warga menambahkan, mereka harus menunggu saat pembongkaran di kendaraan pengangkut gas. Jika terlambat, mereka tidak dilayani meski stok sudah tersedia. “Kalau tidak datang pas saat pengiriman, besoknya bisa tidak dilayani. Padahal LPG baru saja turun,” keluhnya.
Kelangkaan gas ini berdampak pada kebutuhan sehari-hari dan persiapan Natal. Warga berharap pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, di bawah Bupati Joune J.E. Ganda, segera menanggapi keluhan ini agar distribusi LPG dapat berjalan lebih merata.
“Selain untuk persiapan Natal, kebutuhan sehari-hari warga juga terganggu. Kami berharap pihak terkait bisa memperhatikan masalah ini agar masyarakat bisa menjalani Nataru dengan tenang,” tutup Meyni. (Mg02)






