PMII dan Kapolres Gelar Doa Bersama: Duka untuk Affan, Komitmen untuk Demokrasi

oleh -181 Dilihat
Kapolres AKBP Agung Basuki, S. I. K., M.M, dan PC PMII Tanjung Jabung Barat menggelar doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan, Sabtu malam (30/8/2025).Poto:Jun

IKNews, Kuala Tungkal – Malam penuh haru menyelimuti Masjid Syekh Ustman, Kuala Tungkal. Sabtu (30/8/2025), ratusan orang berkumpul dalam suasana khidmat untuk mengenang dan mendoakan Almarhum Affan Kurniawan, aktivis muda yang wafat dalam sebuah insiden tragis saat unjuk rasa di Jakarta.

Acara bertajuk Doa Bersama untuk Almarhum Affan Kurniawan ini digelar oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tepat pada pukul 21.09 WIB. Sekitar 100 kader PMII hadir, didampingi tokoh penting daerah, termasuk jajaran kepolisian.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tanjab Barat AKBP Agung Basuki, S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres KOMPOL Johan Christy Silaen, S.I.K., M.H., Kasat Intelkam AKP Wildhan Indra Pramono, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., Kapolsek KSKP IPTU Widiharto, Ketua Baznas Ahmad Hadziq, S.Hi., serta tokoh-tokoh PMII seperti Suroso, S.Pt (Ketua IKA PMII), Khairul Amin (Ketua Komisariat PMII), dan Nandan Permana Putra (Ketua Rayon FEBI).

Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Agung Basuki menyampaikan duka mendalam atas kepergian Affan Kurniawan. Ia menyebut, kehadiran jajaran Polres adalah bentuk empati dan solidaritas Polri terhadap duka yang dirasakan keluarga besar PMII dan masyarakat luas.

“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Doa kami menyertai Almarhum Affan, semoga diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar AKBP Agung.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaku yang mengemudikan kendaraan dinas dalam insiden tersebut telah diamankan oleh Propam Polri dan kini dalam proses hukum yang transparan.

“Kami ingin tegaskan, Polri tidak akan menutup mata. Kami akan proses sesuai ketentuan yang berlaku, dan masyarakat tidak perlu ragu terhadap komitmen kami dalam menegakkan keadilan,” tegasnya.

Lebih jauh, Kapolres juga menyinggung pentingnya menjaga hak demokrasi. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang.

“Polri akan terus mengawal demokrasi. Kami tidak akan membiarkan ada pihak yang merusak ruang demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Kapolres menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Ia membuka pintu selebar-lebarnya untuk masukan dari masyarakat.

“Kami tidak anti-kritik. Justru kritik adalah cermin bagi kami untuk memperbaiki diri. Kami ingin terus hadir sebagai pengayom yang humanis dan profesional,” pungkasnya.

Doa bersama malam ini menjadi simbol persatuan dalam duka. Antara aparat, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan publik menyatu dalam munajat dan harapan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

PMII Tanjab Barat berharap, semangat perjuangan almarhum Affan akan terus menyala dalam semangat kaderisasi dan advokasi keadilan di masa mendatang.(Jun)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.