IKNews, GORONTALO – Suasana Car Free Day di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Minggu pagi (1/2/2026), terasa berbeda. Di tengah kerumunan warga yang berolahraga dan berburu jajanan, peluncuran siaran Piala Dunia 2026 oleh LPP TVRI menjadi magnet perhatian.
Hadir di tengah masyarakat, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut siaran gratis Piala Dunia sebagai kabar baik yang sudah lama dinanti para pecinta sepak bola di daerah itu.
“Ini kebanggaan bagi kita semua. Masyarakat sekarang bisa menonton tanpa harus membayar,” ujar Idah kepada wartawan di sela kegiatan.
Menurutnya, pada edisi-edisi sebelumnya, akses siaran pertandingan kerap terbatas dan berbayar. Kondisi itu membuat tak semua warga leluasa menikmati laga-laga bergengsi. Tahun ini, kata dia, situasinya berbeda. TVRI resmi memegang hak siar, membuka peluang bagi masyarakat di berbagai pelosok untuk menyaksikan pertandingan secara cuma-cuma.
Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan bergulir pada Juni mendatang selama sebulan penuh. Idah menilai euforia Piala Dunia selalu punya daya tarik tersendiri. Tak sedikit warga yang rela begadang demi menyaksikan tim favorit mereka berlaga secara langsung.
Melihat tingginya animo tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjut Idah, mendorong hadirnya titik-titik nonton bareng (nobar) gratis di ruang-ruang publik. Ia menyebut momentum ini kian terasa spesial karena pada bulan yang sama Gorontalo juga menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan.
“Juni nanti Gorontalo akan ramai. Ada PENAS, ada Piala Dunia. Ini saat yang tepat menghadirkan spot-spot nobar gratis agar masyarakat bisa menikmati bersama,” tuturnya.
Bagi Idah, nobar bukan sekadar menonton pertandingan. Ia melihatnya sebagai ruang kebersamaan, tempat warga dari berbagai latar belakang berkumpul, berbagi semangat, dan merayakan olahraga tanpa sekat.
Ia pun mengajak masyarakat Gorontalo untuk menyambut Piala Dunia 2026 dengan antusias, sekaligus menjaga ketertiban selama pelaksanaan nobar di ruang publik.* (Dinda)






