IKNews, BOLTIM – Tepat setahun kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo bersama Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang diklaim berdampak langsung pada masyarakat.
Dalam kurun satu tahun, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat 5,26 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 71,43, tingkat kemiskinan ditekan menjadi 5,32 persen, sementara angka pengangguran tercatat 5,28 persen. Data tersebut menggambarkan pergerakan ekonomi dan pembangunan sosial yang mulai stabil pascapandemi dan tekanan global.
Di lapangan, sejumlah program sosial menjadi perhatian warga. Bantuan beasiswa pendidikan, dana duka, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pembangunan rumah layak huni mulai dirasakan penerima manfaat. Beberapa warga di wilayah Tutuyan dan Mooat mengaku terbantu dengan program perbaikan rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia juga menjadi fokus. Pelatihan tenaga kesehatan, peningkatan kapasitas aparat desa, hingga bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah digelar untuk mendorong profesionalisme aparatur. Pemerintah daerah juga mengklaim pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan—termasuk penyandang disabilitas dan lansia—terealisasi penuh sepanjang tahun berjalan.
Di sektor olahraga, Boltim mencatat raihan 26 medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Sementara di tingkat nasional dan internasional, nama daerah ikut terangkat lewat prestasi generasi mudanya. Firgi Beeg terpilih sebagai anggota Paskibraka Nasional, dan Dewi Athena Tri Manjadda meraih medali emas pada kompetisi sains internasional di Korea Selatan.
Pembangunan infrastruktur pun dikebut. Penguatan tebing Muara Sungai Buyat dan pembangunan tanggul di Desa Dodap dilakukan untuk mengantisipasi abrasi dan banjir. Instalasi pengolahan air dibangun di Buyat dan Buyandi. Sejumlah ruas jalan strategis seperti Motongkad–Mooat dan Tongkaina–Batu Buaya ditingkatkan, termasuk akses jalan pertanian di Mooat yang diharapkan memperlancar distribusi hasil kebun.
Perlindungan tenaga kerja juga mendapat perhatian. Sekitar 4.000 pekerja rentan kini terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Di sektor kesehatan, lebih dari 72 ribu warga telah ditanggung dalam kepesertaan BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah daerah, sebagai bagian dari target Universal Health Coverage (UHC).
Di tengah berbagai capaian tersebut, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi desa serta memastikan pemerataan manfaat pembangunan hingga ke wilayah terpencil.
Satu tahun pertama ini menjadi pijakan awal bagi duet Oskar–Argo. Pemerintah daerah menyatakan akan terus memusatkan pembangunan dari desa, dengan harapan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.* (Muklas)






