Oskar Manoppo Gaspol Pendidikan, Boltim Siap Jemput Program Sekolah Terintegrasi

oleh -494 Dilihat
Gambar: Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, menghadiri Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Sulawesi Utara di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Manado, Jumat, 27 Februari 2026. Foto menampilkan Oskar saat mengikuti sesi pembahasan program sekolah terintegrasi bersama para kepala daerah se-Sulut. (Foto: Humas Pemkab Boltim).

IKNews, MANADO — Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, tampil menonjol dalam Konsolidasi Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Jumat (27/2/2026).

Di tengah pembahasan arah besar pendidikan menuju visi Indonesia Emas 2045, Oskar tak sekadar hadir sebagai peserta. Ia aktif menyuarakan kesiapan daerahnya dalam menjemput berbagai program strategis pemerintah pusat, terutama rencana pembangunan sekolah terintegrasi di setiap kecamatan.

Forum yang mengusung semangat mapalus atau gotong royong itu mempertemukan kepala daerah, pemangku kepentingan pendidikan, hingga perwakilan kementerian. Konsolidasi dibuka oleh Abdul Kahar, Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mewakili Menteri Pendidikan RI.

Dalam pemaparannya, pemerintah pusat menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan. Program wajib belajar 13 tahun disebut telah mendongkrak partisipasi pendidikan dasar. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan layanan pendidikan menengah dan prasekolah semakin inklusif dan merata, terutama di daerah.

Selain itu, pada 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi sedikitnya 60 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Setiap sekolah direncanakan menerima tambahan tiga unit Interactive Flat Panel (IFP) untuk mendukung pembelajaran digital. Tak hanya perangkat, peningkatan kompetensi guru dan penguatan tata kelola sekolah juga menjadi bagian dari paket kebijakan tersebut.

Yang paling menyita perhatian para kepala daerah adalah rencana pembangunan sekolah terintegrasi dari jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan di tiap kecamatan. Program ini ditargetkan menjangkau 7.281 kecamatan secara nasional. Pemerintah pusat menanggung pembangunan fisik, sementara daerah diminta menyiapkan lahan dan mengajukan usulan sebelum 2 Maret 2026.

Menanggapi itu, Oskar Manoppo menegaskan Boltim tidak ingin hanya menjadi penonton.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi kita. Boltim siap berkolaborasi, mulai dari penguatan kapasitas guru, pembenahan manajemen sekolah, hingga penyediaan lahan untuk mendukung program pusat,” tegasnya kepada wartawan usai kegiatan.

Menurut Oskar, konsolidasi seperti ini harus melahirkan langkah konkret, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Ia memastikan jajaran pemerintah daerah akan segera memetakan kebutuhan riil sekolah-sekolah di Boltim agar program revitalisasi dan digitalisasi benar-benar tepat sasaran.

Di akhir forum, para kepala daerah menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi pendidikan di Sulawesi Utara. Namun, bagi Oskar, kerja sesungguhnya baru dimulai sepulang dari Manado.

“Kita tidak boleh terlambat. Kalau peluang ini ada, Boltim harus paling siap,” ujarnya.* (Muklas)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.