Operasi Gelap di Sungai Paret Boltim, Jejak Baru Tambang Ilegal yang Tak Kunjung Padam

oleh -85 Dilihat
Gambar: Sebuah alat beray terlihat beraktivitas di salah satu titik tambang ilegal di bantaran Sungai Paret, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Jumat, 29 November 2025. Foto: Syil/IKN.

IKNews, BOLTIM – Langit masih terang ketika jarum jam menunjuk pukul 15.00 WITA, namun aktivitas di bantaran Sungai Paret, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, bergerak seolah tanpa peduli. Deru mesin excavator terdengar lirih dari kejauhan—mendesis, lalu terhenti, kemudian menyala lagi, seperti mencoba bersembunyi dari pantauan.

Padahal, beberapa pekan sebelumnya, Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menyatakan telah menutup total seluruh aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah itu. Namun penelusuran lapangan kemarin menemukan fakta berbeda: sejumlah alat berat masih bekerja, dan pekerja kembali keluar masuk area sungai pada siang hari.

Seorang warga yang tinggal sekitar setengah kilometer dari titik aktivitas menuturkan bahwa geliat tambang ilegal ini mulai terlihat lagi sejak pekan lalu.

“Awalnya sempat berhenti waktu polisi turun. Tapi sekarang sudah mulai lagi. Mereka kerja siang bolong, tidak ada rasa takut,” ungkapnya lirih, menolak menyebutkan nama karena alasan keamanan.

Di jalur kecil menuju sungai, jejak ban alat berat masih basah oleh lumpur baru. Suara logam beradu, mesin berputar, dan bau solar menyatu dengan udara lembab di sekitar aliran sungai. Dari kejauhan, terlihat beberapa pekerja memindahkan material menggunakan rangkaian alat sederhana yang dipasang di tepi air.

Penertiban Resmi Sudah Dilakukan, Tapi Aktivitas Berlanjut

Sebelumnya, Kapolres Boltim AKBP Golfied Hasiholan Sst, SH, MSI, M.Mar Eng, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penertiban dan penghentian seluruh alat berat yang beroperasi di Sungai Paret.

“Kami sudah mengambil tindakan dan menutup area PETI tersebut. Jika ditemukan ada pihak yang kembali beraktivitas, kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas. Saya sudah diperintahkan langsung oleh Bapak Kapolda untuk menangkap oknum-oknum yang bermain di Sungai Paret,” ujarnya dalam pernyataan resminya.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan adanya celah pengawasan. Aktivitas tambang tak berizin ini bukan hanya kembali hidup, tetapi berlangsung dengan ritme yang nyaris terbuka.

Ancaman Serius bagi Lingkungan

Tambang ilegal di Sungai Paret disebut telah merusak struktur alami aliran sungai, meningkatkan risiko longsor terutama pada musim hujan, serta menyebabkan kekeruhan air yang dipakai warga untuk kebutuhan sehari-hari. Pemerhati lingkungan mendesak aparat agar langkah penertiban tidak berhenti pada tindakan sesaat.

“Pengawasan harus konsisten. Kalau tidak, para pelaku akan terus kembali bekerja, karena potensi keuntungan di sana sangat besar,” kata salah satu aktivis lingkungan di Boltim.* (Mg02)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.