Jenazah Digotong Warga, Puskesmas Modayag Beri Penjelasan

oleh -1007 Dilihat
Gambar: Warga menggotong jenazah menuju rumah duka di wilayah Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Selasa, 14 Januari 2025, dini hari. Aksi ini sempat terekam video dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Foto: Muklas.

IKNews, BOLTIM – Video viral yang memperlihatkan jenazah digotong warga pada dini hari sempat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Peristiwa tersebut dikaitkan dengan pelayanan Puskesmas Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.

Hasil penelusuran di lapangan, Kepala Puskesmas Modayag, Maria M. Pujiati, S.ST, menjelaskan bahwa jenazah tersebut tidak meninggal dunia di fasilitas kesehatan. Menurutnya, korban ditemukan telah meninggal di area kebun, dan informasi awal diterima pihak puskesmas dari kepolisian, keluarga, serta pemerintah desa setempat.

“Jenazah tidak ditinggalkan di puskesmas. Informasi yang kami terima, korban meninggal di kebun. Saat itu pihak keluarga dan aparat meminta bantuan penjemputan,” ujar Maria saat ditemui wartawan.

Ia mengungkapkan, pada waktu kejadian, ambulans milik Puskesmas Modayag sedang dalam perbaikan di bengkel. Meski demikian, pihak puskesmas langsung berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat yang memiliki mobil jenazah.

“Kami langsung menghubungi pihak rumah sakit. Mereka merespons dan menuju ke lokasi jenazah. Bahkan sempat bertemu di jalan saat jenazah hendak dimuat ke mobil jenazah,” katanya.

Namun, situasi di lapangan berkembang di luar perkiraan. Menurut Maria, pihak keluarga memilih membawa jenazah terlebih dahulu ke Puskesmas Modayag, meskipun mobil jenazah dari rumah sakit telah tiba di sekitar lokasi.

Setibanya di puskesmas, dokter langsung melakukan pemeriksaan jenazah sesuai prosedur. Setelah pemeriksaan selesai, ambulans sudah dalam kondisi siaga untuk mengantar jenazah ke rumah duka.

“Ambulans standby dari awal hingga pemeriksaan selesai. Kami sudah menganjurkan agar jenazah diantar menggunakan ambulans, tetapi keluarga menolak. Mereka memilih menggotong langsung,” jelasnya.

Bahkan, kata Maria, ambulans sempat diminta menyingkir agar rombongan penggotong jenazah bisa melintas menuju rumah duka.

“Kami tidak mengetahui alasan pasti penolakan tersebut. Yang jelas, dari pihak puskesmas sudah berupaya dan menyarankan penggunaan ambulans,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penolakan penggunaan ambulans dalam proses pemulangan jenazah tersebut.* (Mg01)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.