IKNews, KOTA BENGKULU – Puluhan mahasiswa tampak memenuhi Ruang Hidayah I Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa pagi. Bukan untuk mengikuti kuliah, melainkan untuk menguji seberapa serius mereka ingin menjadi pelaku usaha.
Sebanyak 75 mahasiswa dari Universitas Dehasen mengikuti pelatihan bertajuk Membangun Jiwa Wirausaha Muda: dari Ide Kampus ke Pasar Nyata yang digagas Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu. Kegiatan ini turut dihadiri Dedy Wahyudi yang secara langsung memberi suntikan motivasi kepada peserta.
Dalam sesi dialog, Dedy tidak sekadar menyampaikan sambutan formal. Ia menantang mahasiswa untuk berani membangun pola pikir sukses sejak dini. Menurutnya, ide cemerlang di bangku kuliah tidak akan berarti tanpa keberanian mengeksekusi.
“Kalau melihat orang sukses, jangan cuma kagum. Harus muncul keyakinan, saya juga bisa,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menyinggung kisah para pendiri startup besar Indonesia seperti Bukalapak dan Gojek yang memulai langkah dari ide sederhana sebelum berkembang menjadi bisnis bernilai besar. Bagi Dedy, kisah-kisah tersebut bukan untuk dikagumi semata, melainkan dijadikan pemicu semangat.
Peluang Ada, Tinggal Siapa Berani Mulai
Di tengah kondisi ekonomi yang kian kompetitif, mahasiswa dinilai perlu lebih jeli membaca peluang. Sektor kuliner dan otomotif disebutnya sebagai dua bidang yang relatif stabil karena menyasar kebutuhan berkelanjutan masyarakat.
Namun, ia mengingatkan, produk bagus saja tidak cukup. Strategi pemasaran, kemasan menarik, harga yang rasional, hingga promosi digital menjadi kunci agar usaha mampu bertahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang bukan sekadar memberi teori, melainkan membentuk pola pikir wirausaha.
“Mahasiswa harus berani mencoba sejak sekarang. Gagal itu biasa, tapi tidak mencoba itu yang berbahaya,” katanya.
Data di Dinas Koperasi dan UKM mencatat, jumlah pelaku UMKM di Kota Bengkulu telah mencapai puluhan ribu unit. Potensi ini dinilai bisa menjadi ruang belajar sekaligus peluang kolaborasi bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha.
Sejumlah peserta mengaku pelatihan tersebut membuka perspektif baru. Tidak sedikit yang mulai merancang ide bisnis sederhana, dari produk makanan ringan hingga jasa berbasis digital.* (Yunus)






