IKNews, BENGKULU — Lantunan ayat suci menggema lembut di Masjid Jihadul Ihsan Al-Thoyibin, Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Jumat malam. Di tengah kekhusyukan Ramadan 1447 Hijriah, suasana mendadak hening ketika Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, berdiri dan menyampaikan niat pribadinya.
Tanpa teks panjang atau seremoni berlebihan, ia mengumumkan bahwa seluruh gaji pribadinya bulan ini akan diserahkan untuk membantu pembangunan dan operasional masjid tersebut.
“Gaji saya bulan ini, saya sumbangkan untuk pembangunan masjid ini. Semoga ini jadi ladang amal ibadah buat kita,” ucapnya pelan di hadapan jamaah.
Beberapa warga yang duduk di saf depan tampak saling berpandangan. Ada yang mengangguk, ada pula yang berbisik lirih. Bagi mereka, bantuan itu bukan sekadar angka, melainkan simbol kepedulian di tengah kebutuhan pembangunan yang belum rampung.
Masjid Jihadul Ihsan Al-Thoyibin memang masih membutuhkan sentuhan akhir di sejumlah bagian bangunan. Ketua pengurus masjid, yang ditemui usai acara, mengaku biaya operasional dan penyelesaian fasilitas masih menjadi tantangan. “Alhamdulillah, ini sangat membantu. Apalagi di bulan Ramadan, kebutuhan kegiatan meningkat,” ujarnya.
Kehadiran Ronny malam itu merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Bengkulu. Namun alih-alih berhenti pada agenda seremonial, kegiatan diisi dengan dialog terbuka bersama warga. Sejumlah aspirasi mengemuka, mulai dari perbaikan jalan lingkungan hingga kebutuhan penerangan di beberapa titik pemukiman.
Ronny juga mengajak pejabat lain yang hadir untuk ikut terlibat. Ia menyebut pembangunan rumah ibadah bukan hanya tanggung jawab panitia atau donatur tertentu, melainkan kerja bersama. Sumbangan, katanya, bisa dalam bentuk apa pun—uang, material, bahkan tenaga.
Di tengah obrolan hangat selepas tarawih, beberapa warga mengaku tersentuh dengan langkah tersebut. “Kalau pemimpinnya mau memberi contoh, kami juga jadi terdorong,” kata Rahmat (43), warga setempat.
Aksi menyumbangkan gaji ini disebut bukan kali pertama dilakukan jajaran Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing. Namun bagi warga Pematang Gubernur, momen itu terasa personal—terjadi di ruang ibadah mereka sendiri, di hadapan jamaah yang sehari-hari berjuang membangun masjid secara gotong royong.
Ramadan malam itu pun ditutup dengan doa panjang. Di antara harapan tentang pahala dan keberkahan, terselip harapan sederhana warga: semoga kepedulian tak berhenti sebagai kabar semalam, melainkan menjadi kebiasaan yang menular dari satu hati ke hati lain.* (Yunus)






