Beranda Nasional Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya Meriahkan Festival Rujak Uleg 2024

Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya Meriahkan Festival Rujak Uleg 2024

730
0
Festival Rujak Uleg Pemkot Surabaya. Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Walikota Surabaya Armuji, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani sementara menguleg rujak pada Festival Rujak Uleg 2024 di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (19/5). (Pemkot Surabaya)

IKNews, SURABAYA – Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya (K3S) turut memeriahkan Festival Rujak Uleg 2024 yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (19/5).

Ketua K3S, Nouvry Rondonuwu mengatakan, Festival Rujak Uleg merupakan agenda tahunan Pemkot Surabaya. “Warga kawanua yang tergabung dalam K3S merupakan anggota masyarakat Surabaya sehingga sudah selayaknya kami hadir dan memeriahkan acara ini,” kata Rondonuwu.

Dikatakan, dalam festival yang menghasilkan sekitar 1500 porsi rujak, baik dari Pemkot maupun dari peserta, K3S tampil dengan busana daerah Minahasa yang cukup menyita perhatian peserta dan penonton festival. “Kami berupaya tampil maksimal untuk memperkenalkan budaya Minahasa dengan peragaan baju adat dan keikutsertaaan peserta mengulek rujak,”ujarnya.

Peserta Festival Rujak Uleg 2024 dari Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya yang mengenakan pakaian adat Minahasa.

Festival Rujak Uleg 2024 mengusung tema “The History of Rujak Cingur” ini dihadiri Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Walikota Surabaya Armuji, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, jajaran Forkopimda Kota Surabaya, perwakilan perguruan tinggi, perkumpulan dari berbagai daerah di Indonesia hingga tamu delegasi dari berbagai negara. Dalam Festival Rujak Uleg tahun ini juga ditampilkan teatrikal bertema Pasar Suroboyo hingga fashion show busana ‘Akulturasi Budaya Surabaya’.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, tema “The History of Rujak Cingur” adalah simbol dari rasa kebersamaan, toleransi, persatuan, kesatuan, dan gotong royong warga Surabaya. Tema ini, lanjut Cahyadi, menggambarkan bagaimana warga Surabaya menjadi satu kesatuan dari berbagai suku, agama, serta lapisan masyarakat.

“Semuanya menjadi menjadi satu bagian. Seperti rujak uleg, tanpa ada cingur, maka tidak akan terasa. Tanpa ada petis juga akan hambar,” tuturnya. Surabaya tanpa ada agama Kristen maka terasa hambar, tanpa ada agama Islam juga tidak akan terasa, tanpa ada agama Buddha juga tidak akan terasa. Begitu pula tanpa ada suku Tionghoa, Jawa, Madura, semuanya tidak akan terasa, maka itulah Surabaya dibangun atas nama kebersamaan seperti rujak uleg.

Dalam Festival Rujak Uleg 2024  Pemkot Surabaya menyajikan 731 porsi rujak uleg. Jumlah porsi rujak uleg yang disuguhkan kepada masyarakat kali ini, disesuaikan dengan angka Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731. Selain itu, ada 800 porsi rujak uleg yang disajikan dan dibagikan oleh 432 peserta Festival Rujak Uleg 2024 kepada ribuan pengunjung.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini