Kepala Desa Ambalutu, Heri Kusmiadi (Foto : Doni).

IKnews, ASAHAN – Kepala Desa Ambalutu, Heri Kusmiadi merasa tersinggung dengan rekanan PTPN III berinisial RS yang merupakan pemborong pembangunan beronjongan di Duaun I Desa Ambalutu Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan.

Hal tersebut, dikatakannya, karena tidak adanya kordinasi terkait pembangunan beronjongan tersebut terhadap pemerintah Desa Ambalutu.

Saya merasa tersinggung, menyangkut persoalan pembangunan bronjongan yang ada di Dusun I Desa Ambalutu,” ungkap Heri ke wartawan, Rabu (29/11/2023) siang.

Heri juga menyebut, telah terjadi “gesekan” dengan pemborong berinisial RS. Disebabkan, sang pemborong “menyatakan” tidak menganal kepala Desa Ambalutu.

Kemudian saya mnelpon RS, malah ia mengucapkan, bahwa ini bukan wilayah Desa Ambalutu, tetapi wilayah kebun PTPN III. Dirinya juga juga meminta keluarkan saja dari Desa Ambalutu wilayah tersebut.

Dengan sikap itu, saya menyampaikan “oke” kalau saudara menantang saya. “Saya akan mengambil sikap, tentang apa yang menjadi pernyataan saudara, terhadap apa yang saudara lakukan,” tutur Heri menirukan pembicaraannya dengan RS.

Lanjutnya, terkait persoalan itu, lalu saya turun ke lokasi melihat proyek tersebut, namun RS menunjukkan kesombongannya. Sehingga tidak perlu lagi menghampirinya. Lalu saya melihat dan menghitung pagu biaya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kemudian saya menelpon salah seorang stap direksi PTPN III dan mengatakan, selaku kepala Desa Ambalutu saya pastikan dari angka nanti kegiatan proyek, tidak terjadi ” “korupsi” seribu rupiah pun,” ujar Heri.

Ini akan kami awasi dan hitung, dan atas sikap serta pernyataan RS tersebut. Saya menyampaikan kepada pihak manegemen kebun PTPN III, bahwasannya pemerintah Desa Ambalutu tidak terima dengan pernyataan RS,” sambungnya.

Heri menambahkan, selaku putra daerah dan “kepala desa” saya merasa tersinggung, karena saudara RS merasa berdiri diatas wilayahnya sendiri.

Untuk itu, kami meminta kepada pihak pimpinan PTPN III untuk mencabut, atas tugas yang diberikan kepada RS.

“Kami tidak mau, jika dia masih melaksanakan pekerjaan itu.
Kami pihak Desa Ambalutu akan mengambil sikap tegas serta akan mempersalahkan persoalan ini,” pinta Heri.

Disamping itu, Heri menuturkan, kami selaku pemerintah Desa dianggap RS sebagai pramanisme, dan calo “ataupun” perusuh.

Perlu kita sampaikan kepada pihak PTPN III, kami bukan perusuh, tetapi kami adalah putra daerah yang diamanahkan untuk menjalankan tugas – tugas dan mengemban amanah ini demi kepentingan masayarakat.

“Ini akan kami usut tuntas atas pernyataan manusia – manusia tidak mengerti etika aturan, dan ini harus diambil tindakan tegas, kami akan melakukan aksi,” cetus Heri.

Masih Heri, padahal kita selalu menjemput bola, pemerintah Desa yang membantu perusahaan, pemerintah Desa yang melakukan pencegahan garapan – garapan dan pencurian – pencurian. Kita sudah lakukan yang terbaik, tetapi kita dianggap pemerintahan yang tidak baik.

Oleh karena itu, kembali saya sampaikan kepada pihak PTPN III, usut oknum – oknum yang seperti itu. Kita tidak mau seperti itu, selama ini kita berhubungan baik tetapi, atas peristiwa tersebut, dapat diragukan hubungan baik yang bagaimana.

“Suka harus dilempar dulu, suka harus dilakukan aksi dulu. Suka dilakukan dengan cara – cara yang kasar. Meraka anggap kita tidak baik, padahal oknum RS yang berhubungan kurang baik, ini harus dipahamkan terlebih dahulu,” pungkas Heri. (Infokini.news)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here