IKNews, MEDAN – Selain pengobatan, motivasi dan semangat merupakan hal yang penting bagi penyembuhan pasien kanker. Untuk itu, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Lubis mengundang anak-anak penderita kanker untuk bergembira bersamanya.

Anak-anak tersebut diberi hadiah oleh Nawal. Serta diajak menonton pertunjukan sulap dan hiburan oleh badut pahlawan super. Anak-anak tersebut tampak senang mengikuti hiburan tersebut.

“Anak-anakku, terus semangat ya, kita para orang tua juga harus terus memberi semangat pada anak-anak kita ini, pasti ada jalan,” kata Nawal saat memberikan hadiah pada anak-anak penderita kanker di acara Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman 41, Medan, Minggu (5/2).

Nawal menyadari, selain pengobatan, motivasi dan semangat harus terus diberikan pada penderita kanker. “Semangat dan motivasi memberikan harapan kesembuhan pada pasien, selain itu, semangat dan motivasi pun harus diberikan pada para orang tua anak anak ini,” kata Nawal, usai acara.

Dalam rangka World Cancer Day yang bertema ‘Menutup Kesenjangan Perawatan’, Nawal mengajak seluruh masyarakat Sumut untuk mau melakukan deteksi dini kanker. Jika diagnosa kanker dilakukan sebelum stadium lanjut, perawatan maupun pengobatan kanker akan lebih murah dan mudah.

Menurutnya, selama ini, banyak pasien kanker yang baru didiagnosis saat sudah stadium lanjut. “Untuk itu, kami terus mengajak masyarakat Sumut untuk melakukan deteksi dini kanker, kami juga akan terus menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai kanker,” kata Nawal.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Pusat Aru Sudoyo mengatakan, kesempatan anak-anak sembuh anak sangat besar, terutama yang mengidap kanker darah atau leukimia. Kanker yang paling banyak diderita anak-anak di Indonesia adalah kanker darah.

“Kalau pasien anak itu tak bisa dibilang karena lingkungan, mereka masih muda, mereka (anak-anak) sudah ada sebuah kelemahan, dimana dalam waktu singkat sudah jadi (kanker), tapi rata-rata anak ini masih bisa sembuh, anak-anak ini banyak yang sembuh,” kata Aru.

Selain itu, Aru juga mengungkapkan, penyebab utama kanker pada orang dewasa diakibatkan beberapa hal. Di antaranya asap rokok, kurangnya olahraga dan pola makan yang salah.

“Penyebab paling utama adalah rokok, dan kita masih belum berhasil mengalahkan hal tersebut di masyarakat,” kata Aru.

Semangat Sembuh

Deston Sigalingging dan istri  sangat terpukul saat putrinya yang berusia tiga tahun divonis kanker darah. Awalnya, warga Tanjungpura, Langkat ini, sangat tertekan dan stres mendengar vonis tersebut.

Namun lambat laun, ia pun mengetahui bahwa penyakit kanker yang diderita anaknya bisa disembuhkan. Lantas ia dan istri bersemangat dan termotivasi untuk terus sekuat tenaga mengobati anaknya.

Ia pun bolak-balik seminggu sekali membawa anaknya berobat ke Rumah Sakit Adam Malik dari Tanjungpura, Langkat menggunakan angkot.

“Di awal bulan, sejak divonis dokter kanker putri kami, kami sangat tertekan dan sangat merasakan stres. Karena kami harus rutin  sekali dalam seminggu ke Rumah Sakit Adam Malik Medan, untuk kemoterapi,” ungkapnya.

Setelah menjalani perawatan kurang lebih empat tahun, kini putri Deston yang sudah berumur tujuh tahun, dinyatakan sembuh enam bulan lalu. Saat ini, Ia hanya melakukan cek darah secara rutin enam bulan sekali.

“Kini kondisinya syukur, semua lancar, setiap cek darah hasilnya sudah bagus, sudah sembuh secara medis, nol persen kankernya,” kata Deston.

Reporter : Deddy Bangun

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here