Beranda Sumut Kab. Asahan Dituding Berkinerja Buruk, Begini Penjelasan Dinkes Kabupaten Asahan

Dituding Berkinerja Buruk, Begini Penjelasan Dinkes Kabupaten Asahan

79
0
Dewan Pengurus Daerah Generasi Muda Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan (DPD GM PPMA) dan Dewan Pimpinan Daerah Generasi Aktivis Reformasi Sumatera Utara (DPD GARI-SU) gelar aksi demo didepan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan, Selasa (24/1/2023). FOTO : DONI

IKNews, ASAHAN – Dewan Pengurus Daerah Generasi Muda Perkumpulan Persaudaraan Masyarakat Asahan (DPD GM PPMA) dan Dewan Pimpinan Daerah Generasi Aktivis Reformasi Sumatera Utara (DPD GARI-SU) gelar aksi demo didepan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan, Selasa (24/1/2023).

Dalam orasinya Ketua DPD GM PPMA dan GARI-SU menyampaikan bahwa buruknya kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan terkait banyaknya kasus penyakit Malaria dan Demam Berdarah yang merenggut masyarakat Kabupaten Asahan.

Tetapi tidak ada tindakan yang dilakukan oleh Dinkes Asahan.

Disamping itu, para pendemo juga mengungkapkan, keheranannya melihat laporan keuangan Pemkab Asahan TA. 2021 BPK RI No. 44./B/LHP/ XVIII.MDN/04/2022, bahwa adanya anggaran perjalanan Dinas yang tumpang tindih/ ganda di Dinas Kesehatan Asahan sebesar Rp. 286.380 200,00,-.

Kenapa Kepala Dinas Kesehatan Asahan tidak mau boros untuk perlindungan kesehatan warga Asahan, padahal anggaran yang dikelola tersebut berasal dari masyarakat,” kata para Pendemo.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Asahan, dr. Nanang Fitra Aulia SP, PK

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Asahan, dr. Nanang Fitra Aulia SP, PK menanggapi hal tersebut mengatakan, bahwa Dinkes Asahan mengikut sertakan dan tetap memantau pasien – pasien keseluruhan yang ada terkena Malaria dan Demam Berdarah tinggi.

Namun demikian, Malaria dan Demam Berdarah suatu penyakit yang diakibatkan oleh faktor lingkungan kita.

“Jadi kami dari Dinkes Asahan, akan menjalankan intruksi Bupati Asahan bahwasannya menggerakkan masayarakat untuk berperilaku hidup sehat. Terutama melaksanakan 3 M (Menguras, Menutup dan Meimbun) langkah utama serta membersihkan wadah – wadah dilingkungan rumah kita,” kata dr. Nanang.

Lanjutnya, Poging akan dilakukan Dinkes Asahan. Tetapi disini kami sampaikan, bawahsannya poging tidak sepenuhnya menuntaskan mata rantai demam berdarah. Poging hanya membunuh nyamuk dewasa saja tetapi tidak dengan bibitnya/jentik – jentiknya.

Selain itu, disinggung terkait adanya obat Malaria di Dinkes Asahan, dr. Nanang menyebutkan, obat Malaria memang terbatas untuk di Negara kita.

Obat yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan sangat terbatas. Kita setiap bulannya melalui Dinas Kesehatan Provinsi, minta  Seribu tiap bulannya tetapi yang datang hanya Sepuluh, tidak pernah terpenuhi.

Maka dari itu, di Tahun 2023, Dinkes Asahan telah mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan menyiapkan obat sendiri atas persetujuan dari Kementerian.

“Ini masih dalam proses, mari kita berdoa bersama – sama agar disetujui. Jadi kita dapat mengantisipasi penyakit Malaria di Kabupaten Asahan,” pungkasnya.

Reporter : Doni Damara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini