Ilustrasi DBD. (Foto : liputan6.com)

IKNews, KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan rumah, agar tidak menjadi sarang Dema Berdarah Dengue (DBD) atau penyakit lainnya.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Kesmas D2P Linda Wati Hasan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 28 September 2022.

Linda menuturkan, saat ini kasus DBD meningkat di Kotamobagu, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung kepada fogging semata. Namun, kebersihan lingkungan dan rumah yang paling utama.

“Karena fogging itu hanya sebatas memutus rantai penularan demam berdarah, yakni dengan melemahkan nyamuk dewasa bukan untuk membunuh jentik nyamuk,” ujar Lina.

Lina juga menjelaskan, kita harus melihat dan segera membersihkan tempat-tempat yang biasanya menjadi perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk, seperti di toilet, di selah rumah, kemudian di setiap genangan air yang ada di halaman rumah.

“Angka DBD di Kotamobagu dari tahun 2021 hanya 68 kasus, namun pada tahun 2022 ini meningkat mencapai angka 112 kasus, dan paling banyak berada pada bulan Agustus ini di tahun 2022,” jelas Linda.

Meski demikian Linda menambahkan, kalau fogging itu akan tetap dilakukan, namun sebelumnya harus terlebih dahulu melakukan (PSN) atau pemberantasan sarang nyamuk.

“Percuma di fogging kalau kebersihan tidak dijaga karena jentik juga bisa menjadi nyamuk demam berdara,” pungkasnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan rumah, agar tidak menjadi sarang Dema Berdarah Dengue (DBD) atau penyakit lainnya.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Kesmas D2P Linda Wati Hasan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 28 September 2022.

Linda menuturkan, saat ini kasus DBD meningkat di Kotamobagu, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung kepada fogging semata. Namun, kebersihan lingkungan dan rumah yang paling utama.

“Karena fogging itu hanya sebatas memutus rantai penularan demam berdarah, yakni dengan melemahkan nyamuk dewasa bukan untuk membunuh jentik nyamuk,” ujar Lina.

Lina juga menjelaskan, kita harus melihat dan segera membersihkan tempat-tempat yang biasanya menjadi perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk, seperti di toilet, di selah rumah, kemudian di setiap genangan air yang ada di halaman rumah.

“Angka DBD di Kotamobagu dari tahun 2021 hanya 68 kasus, namun pada tahun 2022 ini meningkat mencapai angka 112 kasus, dan paling banyak berada pada bulan Agustus ini di tahun 2022,” jelas Linda.

Meski demikian Linda menambahkan, kalau fogging itu akan tetap dilakukan, namun sebelumnya harus terlebih dahulu melakukan (PSN) atau pemberantasan sarang nyamuk.

“Percuma di fogging kalau kebersihan tidak dijaga karena jentik juga bisa menjadi nyamuk demam berdara,” pungkasnya.

Reporter : Irsat Ganggai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here