Kotamobagu – Pemerintah Kota (Pemkot) kotamobagu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) duduk satu meja membahas hal-hal penting menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah ditengah Pandemi Covid-19.

Pertemuan tersebut dihadiri Walikota Kotamobagu Ir. Hj. Tatong Bara didampingi Wakil Walikota Nayodo Koerniawan dan Ketua DPRD Meyddi Makalalag serta Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati dan Komandan Kodim 1303 Bolmong Letkol Inf Raja Gunung Nasution, dan jajaran SKPD Pemkot Kotamobagu yang dipusatkan di Rudis Walikota Kotamobagu, Jumat (7/5/2021).

Pertemuan tersebut membahas aktifitas ditengah Pandemi Covid-19 mulai dari pelaksanaan Idul Fitri, kelangkaan pasokan barang, mengantisipasi kerumunan warga, serta arus mudik lebaran, peniadaan pasar senggol dan lainnya.

Dalam sambutan Walikota Tatong Bara bahwa, terima kasih atas kehadiran Kapolres Kotamobagu dan Dandim 1303 Bolmong. Pembahasan ini sangat penting mengingat masa pandemi belum berakhir dan umat muslim akan menghadapi lebaran Idul Fitri.

“Terima kasih atas kehadirannya. Karena butuh koordinasi bersama antara Pemerintah dan TNI-Polri. Tentukan sesuai materi pembahasan bersama seluruh Forkopimda menyambut lebaran Idul fitri,” ujarnya.

Lanjut Walikota, beberapa hal sangat urgen dibahas pertama soal status Kotamobagu terkait Covid-19 yang kembali turun sesuai penyampaian Dinas Kesehatan Kotamobagu. Karena mengingat juga pelaksanaan Idul Fitri, sehingga dibahas terutama pelaksanaan sholat sesuai Prokes.

“Jika orange tentu belum bisa dilaksanakan, namun dengan penjelasan Dinas Kesehatan bahwa status Kotamobagu sudah turun dari zona orange menjadi kuning. Dimana dari 109 orang kini tinggal 10. Apabila dihapus sebanyak 99 orang karena telah dinyatakan negatif/sembuh, artinya kita bisa melaksanakan Sholat Idul Fitri di masjid atau dilapangan,” ujar Walikota.

Status ini akan dipantau secara Nasional maupun Provinsi ketika belum melaporkan status terakhir, soal penurunan angka Covid-19 untuk melaksanakan sholat Idul Fitri.

“Jika tidak turun dan melaksanakan sholat di masjid dan lapangan, ini akan ada finalti karena undang-undang. Alhamdulillah, terjadi penurunan di Kota Kotamobagu” ungkap Walikota.

Sehingga ini yang perlu dibahas bersama bagaimana angkanya tidak naik lagi, terutama soal transportasi darat yang akan terjadi lompatan saat seperti ini, bagaimana mengantisipasi tumpukan masyarakat ke Kotamobagu.

“Sehingga butuh penanganan bersama dan kerja sama semua pihak khususnya TNI-Polri,” ujarnya.

Selain itu, untuk melakukan pencegahan maka akan mendirikan posko di perbatasan.

“Selain mengontrol warga yang masuk, juga soal mudik lebaran,” ungkapnya.

Kemudian pemerintah telah meniadakan Pasar Senggol, sehingga mohon kerja sama Forkopimda terutama TNI-Polri untuk penertiban ketika ada pedagang yang memaksakan membuat pelataran.

“Hal-hal itu akan dibahas secara teknis dan menjadi titik tumpu untuk pembahasan Pemkot dan Forkopimda,” tuturnya.

Selain itu, Walikota Tatong Bara mengatakan, ASN tidak melakukan open house dan halal bihalal.

“Tentu dengan harapan bersama tidak terjadi kerumunan serta kenaikan angka Covid-19 di Kota Kotamobagu,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here