INFOKINI.NEWS- Sekretariat DPRD Sulut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut bertempat di Hotel Mercure Manado Tateli, Selasa (27/04) pagi.

Adapun yang menjadi narasumber dalam Bimtek kali ini adalah Sugeng Haryono dan Saiful Rahman.Walaupun tak semua anhgota DPRD Sulut hadir dalam giat ini terlihat jelas antusiasme para legislator dalam setiap sesi yang mereka ikuti.

Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen dalam sambutannya saat penutupan kegiatan mengatakan dalam pelaksanaan Bimtek kali ini ada banyak hal yang bisa didapatkan untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta penguatan kapasitas sebagai anggota dewan sebagaimana yang sudah disampaikan oleh pembicara, apalagi bagi anggota dewan yang baru duduk di kursi legislatif.

“Saya berlatar belakang sebagai spesialis bedah yang diberikan otoritas membuka dan menutup perut orang, tidak pernah mendapatkan hal yang luar biasa seperti yang kita dapatkan hari ini,” ujar Silangen.

Lanjut dikatakan Politisi PDIP ini, pemaparan materi yang telah disampaikan oleh narasumber dari Kemendagri, ternyata memang ada saluran yang tersumbat, memang yang diamati tadi, untuk pokir- pokir (pola pikir) kedepanya masih harus diubah lagi

“Dimana top down harus seimbang deng top up, karena posisi kita seharusnya ada ditengah tengah sebagai anggota dewan. Nah, kedepan kita dengan materi ini kita bersama-sama agar supaya pokir pokir ini bisa masuk dan dapat terealisasi,” ungkapnya.

Dan untuk materi the power of public speaking dikatakan Silangen, ini sungguh luar biasa. Dirinya pun menuturkan dengan adanya bahan yang baru ini yang 55 persennya body language sangat berpengaruh luar biasa tentunya ini akan ia praktekan.

Sementara itu saat diwawancarai awak media, Sekretaris DPRD Sulut Glady Kawatu mengatakan, pelaksanaan Bimtek tahun 2021 dilaksanakan sebanyak dua kali sebagaimana yang telah ditata dalam rencana kegiatan anggaran Sekretariat DPRD Sulut.

“Bimtek anggota dewan ini adalah salah satu program peningkatakn kapasitas pimpinan dan anggota DPRD yang untuk tahun 2021 ini ditatat sebayak 2 kali. Yaitu bimtek luar daerah yang kita rencanaakn di bulan juni dan diawali dengan bimtek dalam daerah yang baru saja kota laksanakan,” kata Kawatu.

Kawatu juga menjelaskan, pelaksanaan Bimtek ini harus mendapatkan persetujuan dari BPSDM Kemendagri. Begitupun dengan narasumber yang akan memberikan materi juga harus dari BPSDM Kemendagri.

“Seperti yang diketahui bersama bahwa pelaksanaan Bimtek DPRD untuk menjaga kwalitasnya haris mendapatkan persetujuan dari BPSDM Kemendagri dan itu sudah kita lakukan. Dan materi serta narasumber juga direkomendasikan oleh BPSDM Kemendagri sebagai panitia melalui bagian keuangan, saya mengkonsultasikan dengan pimpinan DPRD materi materi yang ditawarkan. Dan kebetulan dua materi ini disetujui oleh pimpinan untuk disampaikan pada anggota dewan dalam kesempatan Bimtek ini,” jelasnya.

Dirinya pun bersyukur, pelaksanaan Bimtek lai ini mendapat respons positif dari para anggota dewan dengan melihat jumlah anggota dewan yang hadir.

“Dan bersyukur dari pengamatan kami, repons positif dari pimpinan dan anggota terkait dengan materi ini. Bersyukur ditengah kesibukan sebagian anggota dewan bisa hadir. Dan kita harapkan dana yang tertata ini benar benar outcomenya jelas bahwa dari hasil pelaksanaan bimtek ini hasilnya jelas seperti yang diakui tadi oleh pimpinan dan anggota dapat memperkaya performa DPRD dalam dalam menjalankan tugasnya,” tutup Kawatu.

(DNL)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here