Rafiqa Bora (f-istimewah)

Kotamobagu – Mewakili Wali Kota, Asisten bidang perekonomian dan pembangunan Setda Kotamobagu Sitti Rafiqa Bora, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan
Konsultasi Publik terkait penyusunan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (P-RPJMD) tahun 2019-2023.

Kegiatan yang diselenggarakan dari Aula Kantor Bappelitbangda ini juga berlangsung secara virtual yang diikuti seluruh pimpinan OPD, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Kotamobagu, Budayawan, Akademisi, para pelaku usaha, instansi vertikal, tokoh perempuan, tokoh agama serta perbankan yang ada di Kotamobagu, Kamis 18 Maret 2021.

Rafiqa dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pandemi Covid-19 merupakan alasan dilakukannya perubahan dokumen perencanaan sehingga harus dilakukan refocusing anggaran untuk pemenuhan kebutuhan penanganan yang meliputi berbagai bidang.

“Diantaranya kesehatan, jaring pengaman sosial, penanganan dampak ekonomi serta operasional gugus tugas. Secara substansi merujuk pada penetapan Perpres nomor 18 tahun 2020 tentang RPJMN tahun 2020-2024 sehingga perlu diselaraskan dengan arah kebijakan nasional dan fokus pembangunan nasional,” ujar Rafiqa.

Senada disampaikan, tenaga ahli perencanaan Noldy Tuerah, P.hD. selaku narasumber kegiatan. Menurutnya, perubahan RPJMD Kota Kotamobagu perlu dilakukan dikarenakan terdapat kesenjangan kualitas pelayanan maupun pelaksanaan pendidikan dasar dan kesehatan berdasarkan Standard Pelayanan Minimal (SPM).

“Termasuk capaian kebutuhan untuk infrastruktur dasar yang meliputi air bersih, sanitasi, perumahan dan permukiman, serta persampahan belum sesuai target. Selain itu, belum optimalnya pemanfaatan ketahanan pangan lokal dan Industri pengolahan, serta belum optimal pelaksanaan reformasi birokrasi. Inilah beberapa poin permasalahan yang menjadi focus penanganan nantinya,” ungkap Noldy.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Sofyan Mokoginta, menambahkan, pentingnya masukan dan arahan dari semua elemen masyarakat baik internal pemerintah, masyarakat maupun swasta guna menyusun strategi, arah kebijakan dan prioritas pembangunan yang akan dituangkan kedalam RPJMD Kota Kotamobagu.

“Sehingga pemerintah akan lebih fokus dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di daerah dan mencapai target pembangunan yang sudah ditetapkan, dengan harapan visi dan misi Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koeniawan, bisa terwujud” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here