Truk Berbau Menyengat Resahkan Warga Tulungagung

oleh -44 Dilihat
GambarL Truk bermuatan bahan berbau menyengat terparkir di depan Kantor UPT Jalan Provinsi Kabupaten Tulungagung, memicu keluhan warga dan pedagang sekitar, Selasa, 13 Januari 2026. Foto: Sonny.

IKNews, TULUNGAGUNG – Bau menyengat dari truk bermuatan bahan bertekstur lembek yang terparkir berjam-jam di depan Kantor UPT Jalan Provinsi, Kabupaten Tulungagung, memicu keluhan warga, Selasa (13/1/2026). Aroma tajam yang tercium sejak pagi hari itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan merugikan pelaku usaha di sekitar lokasi.

Pantauan di lapangan, sedikitnya tiga truk berhenti di sisi jalan utama sejak sekitar pukul 04.00 WIB. Muatan yang terlihat basah dan beraroma tidak sedap membuat warga menduga truk tersebut membawa limbah. Dugaan itu menguat karena bau menyengat terus tercium hingga siang hari.

“Baunya menyengat sekali, tidak wajar. Kami juga tidak diberi penjelasan apa-apa,” ujar B, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi parkir.

Meski dua truk sempat meninggalkan lokasi, satu unit masih bertahan hingga siang, tepat di depan warung makan dan kantor pelayanan publik. Kondisi tersebut memunculkan anggapan adanya pembiaran, mengingat kawasan itu merupakan jalur padat aktivitas masyarakat.

Keluhan paling keras datang dari pedagang. U, pemilik warung makan di depan lokasi, mengaku usahanya sepi sejak truk tersebut parkir.

“Orang jadi enggan makan di sini. Ini warung makan, tapi baunya menusuk sekali. Jelas merugikan,” katanya.

Di tengah keluhan warga, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) terlihat menyemprotkan air ke badan jalan di sekitar truk. Namun, tidak ada keterangan resmi terkait tujuan penyemprotan tersebut. Situasi ini justru memunculkan tanda tanya di kalangan warga.

“Kalau memang aman dan bukan limbah, kenapa harus disemprot?” ucap salah satu warga mempertanyakan.

Menanggapi polemik tersebut, Kanit Fafa menjelaskan bahwa muatan truk bukan limbah, melainkan tanaman karet. Ia mengakui aroma dari muatan tersebut memang menimbulkan ketidaknyamanan, terutama karena lokasi parkir berada di dekat warung makan.

“Itu bukan limbah, tanaman karet. Tapi memang kalau parkir dekat warung ya tidak nyaman,” ujarnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan berjanji segera memindahkan truk dari lokasi. Menurutnya, truk semula direncanakan parkir di gudang sejak malam hari, namun tidak jadi karena tidak ada penjaga gudang.

Penjelasan itu belum sepenuhnya meredakan kegelisahan warga. Mereka mempertanyakan alasan jalan umum dan area usaha dijadikan lokasi parkir sementara ketika fasilitas gudang tidak siap.* (Mg02)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.