Setahun Memimpin, Nurochman Catat Lompatan Pembangunan Kota Batu

oleh -47 Dilihat
oleh
Capaian kinerja satu tahun kepemimpinan Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto ditampilkan dalam kegiatan refleksi pembangunan di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Rabu, 11 Maret 2026. Foto: Dwi Suryoni/Diskominfo Kota Batu.

IKNews, KOTA BATU – Satu tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Batu, Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto mulai memperlihatkan sejumlah capaian pembangunan di berbagai sektor. Pemerintah Kota Batu merangkum perjalanan tersebut dalam kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinan yang digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Rabu (11/3/2026).

Pasangan kepala daerah yang dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta ini membawa visi pembangunan “Mbatu Sae”, yang menitikberatkan pada pembangunan kota yang madani, berkelanjutan, serta bertumpu pada potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Selama setahun berjalan, berbagai program mulai dijalankan untuk mendukung arah pembangunan tersebut. Di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Batu menggulirkan program unggulan Seribu Sarjana yang membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Sepanjang 2025, sebanyak 271 mahasiswa asal Kota Batu mendapatkan fasilitasi untuk melanjutkan pendidikan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Selain itu, dukungan pendidikan juga diberikan melalui pemberian insentif bagi tenaga pendidik keagamaan, bantuan hibah untuk Madrasah Diniyah dan BPPDGS, penguatan SMK Kesenian, hingga pengembangan ekosistem industri kreatif yang mulai tumbuh di kota wisata tersebut.

Di bidang kesehatan, pemerintah daerah berupaya memperkuat layanan kesehatan dasar dengan mengoptimalkan Unit Pelayanan Kesehatan Desa dan Kelurahan (UPKDK), Puskesmas Pembantu, serta Polindes yang tersebar di wilayah Kota Batu. Fasilitas kesehatan tersebut dilengkapi tenaga dokter agar pelayanan masyarakat dapat dijangkau lebih dekat.

Pemkot Batu juga menjalin kerja sama dengan RS Baptis Batu untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan, termasuk menghadirkan layanan yang lebih ramah bagi kelompok lanjut usia.

Sementara di sektor perlindungan sosial, pemerintah memberikan berbagai bantuan bagi masyarakat, mulai dari subsidi air bersih bagi warga non-usaha, pembebasan biaya air bagi keluarga prasejahtera, subsidi listrik untuk tempat ibadah, hingga insentif bagi petugas pelayanan masyarakat dan penyandang disabilitas. Pemerintah juga memperkuat jaminan sosial melalui bantuan BPJS Ketenagakerjaan.

Pada sektor ekonomi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu pada 2025 tercatat mencapai Rp209,9 miliar. Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, pemerintah membentuk delapan Koperasi Daerah Merah Putih yang berfungsi sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas.

Pemkot Batu juga memperluas jaringan pasar bagi produk lokal melalui misi dagang hortikultura dan UMKM dengan Kota Ternate. Upaya transformasi digital turut dijalankan melalui pengembangan sistem pelayanan digital SIMPUL SAE serta aplikasi SIP Mobile SAE.

Selain itu, pemerintah menghadirkan Mall UMKM dan PKL sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui konsep smart and integrated farming, serta optimalisasi peran BUMD di sektor UMKM, agro, dan pariwisata.

Dari sisi pembangunan fisik, sepanjang 2025 pemerintah memperbaiki 142 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Komitmen terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, salah satunya melalui Rumah Kompos TPS3R Dadaprejo.

Sejumlah capaian turut diraih Kota Batu di tingkat regional maupun nasional. Di antaranya Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) yang mencapai 99,3 persen, perolehan insentif fiskal Rp5,5 miliar untuk percepatan penurunan stunting, penghargaan Inotek Award Jawa Timur 2025, hingga masuk dalam Top 15 Inovasi Daerah.

Kota Batu juga semakin dikenal melalui berbagai agenda nasional dan internasional seperti Batu Art Carnival, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, BISTF, IPAC 2025, Rock Gunung, hingga ICCF.

Memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya, Nurochman menegaskan fokus pemerintah akan diarahkan pada penguatan tata kelola birokrasi.

“Yang paling mendasar pada 2026 adalah transformasi birokrasi, terutama menyelesaikan persoalan tata kelola sumber daya manusia ASN. ASN merupakan instrumen utama untuk mewujudkan visi dan program pembangunan,” ujar Nurochman.

Ia menambahkan, sinergi antarorganisasi perangkat daerah menjadi faktor penting agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan tidak terjebak dalam ego sektoral.

Untuk mendukung program pembangunan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp36 miliar pada 2026 guna memperkuat implementasi visi Mbatu Sae.

Nurochman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan Kota Batu. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih selama satu tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, aparatur sipil negara, pemerintah desa, hingga masyarakat.

“Semua capaian ini adalah hasil kerja bersama. Tanpa kolaborasi dan kebersamaan, tentu sulit untuk mewujudkan kemajuan pembangunan Kota Batu,” ujarnya.

Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus terjaga sehingga pembangunan Kota Batu dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (ADV/Dws)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.