IKNews, TOUNA – Satu tahun kepemimpinan Bupati Ilham Lawidu bersama Wakil Bupati Hj. Surya Lapasiri di Kabupaten Tojo Una-Una menjadi momentum evaluasi perjalanan pembangunan daerah. Pasangan yang dikenal dengan akronim IHLAS ini resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 dan kini memasuki tahun kedua masa pemerintahan mereka.
Dalam kurun waktu satu tahun pertama, sejumlah program prioritas mulai dijalankan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Berbagai sektor pembangunan menjadi fokus, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga penguatan infrastruktur dan pariwisata.
Bupati Ilham Lawidu menilai perjalanan satu tahun pertama menjadi fase penting dalam membangun fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, kepemimpinan tidak sekadar menghadirkan rencana di atas kertas, tetapi harus diwujudkan melalui program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami bersyukur atas berbagai capaian yang telah diraih dalam satu tahun ini. Semua dinamika yang ada menjadi pengalaman berharga untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja pembangunan daerah,” ujar Ilham Lawidu.
Beberapa program prioritas yang telah berjalan di antaranya pemberian beasiswa melalui aplikasi Binar Touna, penyediaan internet gratis bagi sekolah dan kantor desa, hingga bantuan seragam gratis bagi siswa tingkat SD dan SMP. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan bagi pembangunan tempat ibadah melalui bantuan hibah untuk masjid, gereja, maupun pura.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah mendorong layanan kesehatan gratis yang lebih mudah diakses masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan yang berkualitas bagi warga di berbagai wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha lokal. Pemerintah daerah juga berupaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya di kawasan Kepulauan Togean yang dikenal memiliki potensi wisata bahari.
Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat dengan pembebasan lahan senilai sekitar Rp10 miliar sebagai bagian dari persiapan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Di sisi lain, sejumlah program nasional turut dijalankan di wilayah Tojo Una-Una. Di antaranya pembangunan 100 unit Rumah Sejahtera Terpadu tahap 14 dari Kementerian Sosial di Kecamatan Tojo Barat pada 2025.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program cetak sawah rakyat seluas 350 hektare di Desa Lemoro dan Desa Uematopa, Kecamatan Ulubongka. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Program lainnya yang tengah berjalan adalah pembangunan koperasi merah putih dan kampung nelayan, serta pembangunan dapur makanan bergizi gratis di sejumlah wilayah, termasuk kawasan terpencil dan wilayah 3T.
Menurut Bupati Ilham Lawidu, berbagai program tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
“Program-program yang kami jalankan merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pembangunan nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di daerah,” ujarnya saat menerima kunjungan silaturahmi Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan bersama Dandim 1307/Poso Letkol Arm Edy Yulian Budiargo di ruang kerjanya, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tojo Una-Una Dg. Mario Pawajoi bersama jajaran serta sejumlah wartawan dari berbagai media di daerah tersebut.
Meski berbagai capaian telah diraih dalam satu tahun pertama, pasangan IHLAS menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tantangan pembangunan ke depan dinilai membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga transparansi serta memperkuat kerja sama lintas sektor agar pembangunan yang dijalankan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.* (Budi)








