Satpol-PP Kota Tanjungbalai Razia Pekat, 13 Orang Diamankan

oleh -51 Dilihat
Gambar: Petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap pasangan bukan suami istri dan remaja yang terjaring razia penyakit masyarakat di sejumlah penginapan dan rumah kos di Kota Tanjungbalai, Minggu, 15 Februari 2026 dini hari. (Rio).

IKNews, TANJUNGBALAI — Suasana sejumlah penginapan dan rumah kos di Kota Tanjungbalai mendadak ricuh, Minggu (15/2/2026) dini hari. Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungbalai bersama unsur TNI-Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyisir kamar demi kamar dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) jelang Ramadhan.

Dari hasil penyisiran itu, petugas mengamankan 13 orang yang kedapatan berada dalam satu kamar tanpa bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan sah. Mereka terdiri dari tujuh pria dan enam perempuan. Lima orang di antaranya masih berusia di bawah umur.

Tak hanya itu, di salah satu kamar hotel, petugas menemukan tiga botol minuman keras berbagai merek—di antaranya anggur hijau Kawa-Kawa, Atlas Anggur, dan Seven Day—yang diduga hendak dikonsumsi sekelompok remaja. Minuman tersebut ditemukan bersama makanan ringan di atas meja kamar.

Ketua Tim Terpadu P4GN, Anwar Ruji, yang memimpin langsung kegiatan itu mengatakan razia dilakukan sebagai langkah pencegahan menjelang bulan suci. “Kami mendapati 13 orang, lima di antaranya masih di bawah umur. Semua langsung kami data dan bawa ke kantor untuk pembinaan,” ujarnya kepada wartawan di sela pemeriksaan.

Seluruh yang terjaring kemudian digelandang ke kantor Satpol PP untuk didata dan diperiksa lebih lanjut. Tim BNN Kota Tanjungbalai turut melakukan tes urine di tempat. Hasilnya, satu orang terindikasi positif narkoba dan langsung dibawa ke kantor BNN untuk menjalani asesmen lanjutan.

Sementara 12 orang lainnya masih menjalani pembinaan. Khusus remaja yang berstatus pelajar, petugas akan memanggil orang tua masing-masing agar turut bertanggung jawab. “Kita ingin ada efek jera. Jangan sampai anak-anak ini terjerumus lebih jauh,” kata Anwar.

Operasi dini hari itu diawali dengan apel kesiapan di halaman kantor Satpol PP, melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. Petugas kemudian bergerak ke sejumlah titik yang sebelumnya telah dipetakan sebagai lokasi rawan.

Razia berlangsung hingga menjelang subuh. Sejumlah kamar sempat dipenuhi ketegangan saat penghuni terkejut dengan kedatangan aparat. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa perlawanan berarti.* (Rio)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.