IKNews, TANJUNGBALAI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tanjungbalai kembali bertambah. Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Panca dan SPPG Beting, resmi mulai beroperasi di bawah pengelolaan Yayasan Hijrah Bersama Masyarakat, Jumat (9/1/2026).
Peresmian yang dipusatkan di Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar itu menandai dimulainya distribusi makanan bergizi bagi ribuan pelajar di wilayah tersebut. Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menilai kehadiran dua dapur gizi tersebut memperkuat pelaksanaan program nasional MBG di daerah.
Mahyaruddin menyebut, keterlibatan yayasan dan elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemenuhan layanan gizi. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga membuka ruang kerja baru bagi warga.
“Program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kualitas dan keamanannya tidak boleh diabaikan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menekankan bahwa pengelolaan MBG harus memperhatikan standar gizi, kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga distribusi makanan. Mahyaruddin juga mengaitkan keberhasilan program ini dengan target peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan di Tanjungbalai.
Berdasarkan data pemerintah kota, hingga Januari 2026 terdapat 23 SPPG yang tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Datuk Bandar menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, sementara Kecamatan Tanjungbalai Utara masih belum memiliki SPPG.
Sementara itu, Yayasan Hijrah Bersama Masyarakat mencatat 1.611 penerima manfaat yang akan dilayani oleh SPPG Panca dan SPPG Beting. Penerima berasal dari berbagai satuan pendidikan, mulai dari RA hingga SMK negeri di Kota Tanjungbalai.
Ketua Yayasan Hijrah Bersama Masyarakat, Hj Mayang Sari Batubara, mengatakan pihaknya berupaya memastikan pelayanan gizi berjalan konsisten dan sesuai standar. Ia menyebut program MBG tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Tanjungbalai, Armansyah Putra, menambahkan bahwa keberadaan 23 SPPG di kota tersebut telah menyerap sekitar 800 tenaga kerja. Ia berharap pemerataan SPPG dapat segera menjangkau seluruh kecamatan.
Usai peresmian, distribusi perdana makanan bergizi dilakukan ke sejumlah sekolah, salah satunya SMK Negeri 6 Tanjungbalai.* (Mg02)






