IKNews, ASAHAN — Suasana di halaman Kantor MUI Kabupaten Asahan tampak lebih ramai dari biasanya, Sabtu, 29 November 2025. Di tempat itu, MUI Asahan memperkenalkan Markaz Bina Ulama, ruang pembinaan yang dirancang khusus untuk mendampingi para mualaf memperdalam ajaran Islam.
Ketua MUI Asahan, H. Salman Abdullah Tanjung, mengatakan fasilitas baru ini lahir dari kebutuhan pembinaan yang lebih tertata. Saat ini tercatat sekitar 30 mualaf aktif mengikuti program MUI, dan dengan adanya markaz ini, pendampingan akan dilakukan lebih terstruktur. Salman juga menegaskan bahwa Asahan menjadi satu-satunya daerah di Sumut yang memiliki pusat pembinaan mualaf berbasis kelembagaan seperti ini.
Wakil Bupati Asahan, Rianto, yang hadir mewakili Bupati, menyebut kehadiran Markaz Bina Ulama bukan hanya penting bagi mualaf, tetapi juga bagi penguatan nilai keagamaan yang moderat di tengah masyarakat. Ia memastikan pemerintah daerah siap mendukung langkah MUI dalam memberikan bimbingan agama yang berkelanjutan.
Setelah rangkaian sambutan, peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Rombongan kemudian meninjau bangunan markaz, melihat langsung ruang belajar yang nantinya menjadi tempat para mualaf memperdalam akidah, ibadah, dan akhlak.* (Mg02)






