IKNews, ASAHAN– Warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Asahan, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) CV. BSS. Limbah hasil pengolahan kelapa sawit yang meluber ke parit dan halaman pabrik diduga menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu aktivitas warga, Kamis (12/2).
SM (42), salah seorang warga, mengatakan bahwa limpahan limbah kerap menghalangi akses ke lahan pertanian, apalagi saat musim hujan kondisi menjadi lebih parah. “Ini belum lagi di musim penghujan, tidak terkatakanlah, Bang,” ujarnya. Ia pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH) menindak tegas pemilik pabrik yang dianggap lalai.
Wartawan mencoba mengonfirmasi dugaan pencemaran ke manajemen PKS CV. BSS, namun Security di pos penjagaan menyatakan manajer dan humas tidak berada di tempat. Beberapa jam kemudian, Papam pabrik yang merupakan TNI aktif dengan inisial “R” datang menemui wartawan. Ia mengaku seluruh izin operasional, termasuk IPAL dan ABT, telah lengkap.
Saat disinggung soal limbah yang meluber, Papam menyebut hal itu biasa dan akan segera kering. “Saya termasuk orang baru di PKS itu, dan PKS itupun sudah mau kolep, Bang, jadi paham-pahamlah,” ujarnya menutup pernyataan.
Kasus ini masih memicu kekhawatiran warga terkait dampak limbah terhadap lingkungan dan akses pertanian di sekitar pabrik.* (Doni)






