OKU Tembus Skor 3,80, Daya Saing Daerah Meningkat

oleh -87 Dilihat
Gambar: Bupati OKU Teddy Meilwansyah menerima sertifikat apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria dalam agenda Release IDSD 2025 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Februari 2026. (Foto: Marta).

IKNews, OKU – Kinerja Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali mendapat sorotan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), OKU mencatat skor 3,80 — angka yang menempatkannya di jajaran kabupaten dengan capaian tertinggi secara nasional.

Pengumuman itu disampaikan dalam agenda Release IDSD 2025 Edisi Keempat yang berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026). Di forum tersebut, Kepala BRIN Arif Satria menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Bupati OKU Teddy Meilwansyah bersama sejumlah kepala daerah lain yang mencatat skor tinggi.

Dari data yang dipaparkan, skor 3,80 yang diraih OKU juga melampaui rata-rata Provinsi Sumatera Selatan yang berada di angka 3,53. Di wilayah yang sama, Kabupaten Ogan Ilir mencatat skor serupa, sementara untuk kategori kota, Prabumulih dan Lubuk Linggau juga berada di angka 3,80. Adapun skor terendah kabupaten/kota di Sumatera Selatan tercatat 3,25.

Di sela kegiatan, Arif Satria menilai capaian tersebut menunjukkan adanya konsistensi daerah dalam membangun ekosistem inovasi. Ia menekankan pentingnya penguatan peran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai penghubung kebijakan riset nasional dengan kebutuhan riil di daerah.

Sementara itu, Teddy Meilwansyah mengatakan skor yang diraih OKU merupakan hasil kerja lintas perangkat daerah dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Ia mengakui tantangan ke depan tidak ringan, terutama dalam menjaga stabilitas pertumbuhan dan memperluas inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

“Capaian ini jadi pemacu semangat. Ke depan kita ingin inovasi tidak hanya berhenti pada angka, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya kepada wartawan usai menerima sertifikat.

Sejumlah pejabat OPD turut mendampingi bupati dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten III Setda OKU, Kepala Bapelitbangda, Kepala BKAD, hingga pimpinan Perumda Tirta Raja. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa peningkatan daya saing tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan tata kelola anggaran, infrastruktur, layanan publik, hingga pengelolaan lingkungan.

Indeks Daya Saing Daerah sendiri mengukur sejumlah aspek, mulai dari sumber daya manusia, pasar, inovasi, hingga kesiapan infrastruktur. Dengan skor 3,80, OKU dinilai memiliki fondasi yang cukup kuat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi agar capaian tersebut tidak sekadar menjadi catatan statistik, melainkan berujung pada peningkatan kesejahteraan warga.* (Martha)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.