Gubernur YSK Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

oleh -22 Dilihat
Gambar: Pelantikan pengurus Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Daerah (Dipkopimda) Sulut oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling di Manado, Jumat, 6 Maret 2026. Foto: Syil.

IKNews, MANADO — Upaya memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan kembali ditekankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Hal itu terlihat saat Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling, melantik jajaran pengurus Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Daerah (Dipkopimda) Sulut di Manado, Jumat (6/3/2026).

Pelantikan tersebut berlangsung di hadapan sejumlah pejabat pemerintah provinsi, pengurus koperasi, serta undangan dari berbagai kalangan. Momentum ini dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat kelembagaan koperasi yang selama ini menjadi tumpuan banyak pelaku usaha kecil di daerah.

Dalam kesempatan itu, Yulius Selvanus Komaling menekankan bahwa koperasi masih memegang peran penting dalam menopang ekonomi masyarakat. Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi saat ini, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan, termasuk memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan kepada para anggotanya.

Ia mengingatkan bahwa pengurus yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan anggota. Pengelolaan koperasi, kata dia, harus dijalankan secara profesional, terbuka, serta berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ke depan koperasi tidak boleh berjalan biasa saja. Harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dan mampu membantu pertumbuhan UMKM di Sulawesi Utara,” ujar YSK di hadapan para peserta kegiatan.

Gubernur juga mendorong pengurus koperasi agar aktif menjalin sinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah yang berbasis kerakyatan.

Di sisi lain, pengurus koperasi yang baru dilantik menyampaikan komitmen untuk menjalankan amanah organisasi secara maksimal. Mereka menilai koperasi masih memiliki ruang besar untuk berkembang, terutama jika dikelola dengan pendekatan inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan anggota.* (Syil)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.