IKNews, TOJO UNA-UNA – Puluhan warga Desa Wanasari, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, mendatangi rumah Abdan Lasawedi pada Jumat (9/1/2026) malam. Kedatangan warga yang berlangsung di luar dugaan itu sempat membuat suasana tegang, sebelum akhirnya berubah menjadi momen penuh keakraban.
Pantauan wartawan di lokasi, warga datang secara berkelompok dengan membawa beberapa karung. Raut wajah mereka terlihat serius saat memasuki halaman rumah yang dikenal warga sekitar sebagai “Rumah Taliban”. Abdan Lasawedi yang menerima kedatangan tersebut mengaku sempat terkejut, lantaran tidak mengetahui maksud kedatangan warga di malam hari.
Ketegangan mencair setelah karung-karung yang dibawa warga dibuka. Isinya bukan benda berbahaya, melainkan buah alpukat segar hasil panen kebun warga. Alpukat tersebut berasal dari bibit yang pernah disalurkan beberapa tahun lalu melalui program bantuan pertanian.
Ketua Kelompok Tani Brantas Desa Wanasari, Samiun, mengatakan kedatangan mereka merupakan bentuk ungkapan terima kasih.
Menurutnya, bantuan bibit alpukat yang diberikan sebelumnya telah memberikan hasil nyata dan meningkatkan pendapatan petani.
“Ini bentuk syukur kami. Bibit yang dulu dibantu sekarang sudah berbuah dan hasilnya kami nikmati bersama,” ujar Samiun.
Selain menyerahkan hasil panen alpukat, warga juga menerima sekitar dua ribu bibit durian montong untuk dikembangkan di lahan pertanian mereka. Warga berharap bantuan tersebut dapat menjadi sumber penghasilan jangka panjang bagi keluarga petani di Desa Wanasari.
Abdan Lasawedi menyambut baik inisiatif warga tersebut. Ia menyebut hasil panen yang dibawa warga menjadi bukti bahwa pendampingan dan perhatian terhadap sektor pertanian benar-benar berdampak bagi masyarakat.
“Malam ini bukan soal bantuan, tapi soal kebersamaan dan rasa syukur. Ini yang membuat kami yakin bahwa pertanian masih menjadi kekuatan utama desa,” ujarnya.
Warga juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu dan Yusmangun yang dinilai konsisten mendorong pengembangan pertanian berbasis kebutuhan masyarakat. Mereka berharap program serupa terus berlanjut agar kesejahteraan petani semakin meningkat.* (Mg02)






