Menyapa di Ujung Sore Ramadan: Cara Kapolres Tojo Una-Una Mendekatkan Diri Lewat Sepaket Takjil

oleh -91 Dilihat
Gambar: Kapolres Tojo Una-Una, Yanna Djayawidya, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tojo Una-Una, Ny. Rosya Yanna, menyerahkan paket takjil kepada seorang pengendara sepeda motor di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Uentanaga Bawah, Kota Ampana, menjelang waktu berbuka puasa Senin, 2 Maret 2026. Foto: Budi.

IKNews, TOUNA – Sore itu, arus kendaraan di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Uentanaga Bawah, Kota Ampana, tampak lebih padat dari biasanya. Warga bergegas pulang, sebagian lagi masih terjebak perjalanan saat jarum jam mendekati waktu berbuka.

Di tengah lalu lintas yang melambat, pemandangan berbeda terlihat. Sejumlah personel dari Kepolisian Resor Tojo Una-Una berdiri di tepi jalan, bukan untuk melakukan razia, melainkan membagikan paket takjil kepada para pengendara dan pejalan kaki, Senin (2/3/2026).

Kegiatan itu dipimpin langsung Kapolres Tojo Una-Una, Yanna Djayawidya. Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tojo Una-Una, Ny. Rosya Yanna, dan sekitar dua puluh lima personel, ia menyapa warga satu per satu. Senyum dan sapaan ringan mengiringi setiap bungkusan berisi kue dan minuman yang berpindah tangan.

Seorang pengendara sepeda motor, Arman (29), mengaku tak menyangka akan mendapat takjil di tengah perjalanan pulang. “Biasanya kalau lihat polisi ya langsung tegang. Ini malah dikasih makanan buat buka puasa,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Yanna, Ramadan menjadi ruang untuk membangun kedekatan yang lebih hangat antara polisi dan masyarakat. Ia mengatakan, kehadiran polisi tak selalu identik dengan penindakan, tetapi juga bisa hadir dalam bentuk kepedulian sederhana.

“Momentum ini kami manfaatkan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya berbagi makanan, tapi juga berbagi perhatian,” katanya di sela kegiatan.

Tak hanya membagikan takjil, Kapolres juga menyempatkan berbincang singkat dengan sejumlah pengendara. Ia mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, terutama menjelang waktu berbuka ketika konsentrasi kerap menurun akibat lelah dan lapar.

Hingga menjelang azan magrib, ratusan paket takjil habis terbagi. Lalu lintas tetap terkendali, tanpa kemacetan berarti. Warga yang melintas tampak menerima kegiatan itu dengan antusias.

Di bulan yang identik dengan pengendalian diri dan kepedulian sosial, langkah sederhana di tepi jalan itu menjadi cara lain aparat kepolisian menunjukkan wajah humanisnya—hadir tak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang berbagi rasa.* (Budi)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.