IKNews, TOUNA – Percakapan serius bercampur canda terdengar dari Pondok Muamalah, Taliku Banu’a Abdan Lasawedi (Taliban), Kelurahan Uemalingku, Kamis (12/2/2026) malam. Sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pemuda berkumpul dalam satu meja, membahas arah pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una.
Pertemuan itu diprakarsai oleh tokoh muda, Ramadhan Ikhlas. Tidak ada panggung atau seremoni resmi. Para peserta duduk melingkar, berdiskusi terbuka soal berbagai persoalan daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, kualitas pendidikan, hingga penguatan sumber daya manusia.
Hadir dalam forum tersebut antara lain mantan Wakil Bupati Tojo Una-Una periode 2010–2015, Jamal Juraedjo, mantan anggota DPRD periode 2019–2024, Moh. Abdan Lasawedi, tokoh pemuda Nurlan Bagenda, perwakilan Dewan Adat Touna, serta sejumlah tokoh lainnya.
Dalam diskusi, beberapa peserta menyoroti pentingnya kesinambungan program pembangunan agar tidak terhenti di tengah jalan. Isu pemberdayaan generasi muda juga mengemuka, terutama dalam menghadapi tantangan lapangan kerja dan daya saing daerah.
“Ruang-ruang seperti ini penting untuk menyatukan gagasan. Kita butuh kolaborasi, bukan jalan sendiri-sendiri,” ujar Nurlan Bagenda di sela diskusi.
Ramadhan Ikhlas sendiri lebih banyak mendengar, sesekali mencatat poin-poin penting yang disampaikan peserta. Ia menilai, masukan dari para tokoh lintas generasi menjadi bekal penting dalam merumuskan langkah ke depan.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu ditutup tanpa kesepakatan formal, namun para peserta sepakat menjaga komunikasi dan membuka ruang diskusi lanjutan. Bagi sebagian yang hadir, forum sederhana tersebut justru menjadi energi baru untuk memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan daerah.* (Mg02)






