IKNews, TOJO UNA-UNA – Aktivitas alat berat tampak bekerja hampir tanpa jeda di hamparan lahan Desa Lemoro, Kecamatan Tojo. Program cetak sawah yang digarap Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (KPHP) Tojo Una-Una terus dikebut untuk membuka lahan pertanian baru yang siap tanam.
Pantauan di lokasi, pengolahan lahan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan ekskavator dan rotavator.
Kepala Dinas KPHP Touna, Ir. Albar Asmar, mengatakan upaya ini difokuskan untuk mempercepat pemanfaatan lahan agar segera menghasilkan.
“Pengembangan sawah di Lemoro ditargetkan seluas 26 hektar. Saat ini sebagian besar lahan sudah dibuka dan diratakan, bahkan ada yang sudah ditanami,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Data Dinas KPHP mencatat, proses land clearing telah mencapai 24,75 hektar, sementara levelling sekitar 24,35 hektar. Dari luasan tersebut, 11,45 hektar di antaranya sudah masuk tahap tanam padi sawah.
Menurut Albar, penggunaan alat berat menjadi kunci percepatan, terutama untuk mengejar musim tanam. Ia menyebut cetak sawah ini diharapkan mampu menambah cadangan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.
“Yang terpenting, lahan ini nantinya bisa langsung dimanfaatkan petani dan memberi dampak ekonomi,” kata dia.
Program cetak sawah Lemoro juga diproyeksikan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan Tojo Una-Una, sejalan dengan arah pembangunan sektor pertanian yang tengah didorong pemerintah daerah.* (Mg02)






