IKNews, Sosok – Di warung kopi, di teras rumah panggung, hingga di lini masa media sosial, satu nama kerap disebut dengan nada yang sama: kagum.
Papip Celebes.
Bagi generasi muda, ia dikenal sebagai “Boss Cuan”, pengusaha sukses dengan slogan berani, “Gak Full Margin, Gak Kaya.”
Namun bagi banyak masyarakat Sulawesi, terutama Gorontalo, Papip bukan sekadar simbol kesuksesan finansial. Ia adalah sosok yang kebaikannya terasa nyata.
“Dia Tidak Cuma Bicara, Dia Datang”
Nama aslinya Andi Rahmatilah, kelahiran Manado, 12 Januari 1988, berdarah Bugis-Gorontalo. Kesuksesannya di dunia bisnis digital membuatnya dikenal luas. Tapi yang membuat namanya bertahan di hati masyarakat bukanlah angka, melainkan aksi.
Sejumlah warga mengaku mengenalnya bukan dari konten viral, melainkan dari cerita bantuan yang sampai langsung ke pintu rumah mereka.
“Yang kami ingat bukan videonya, tapi bantuannya,” ujar seorang warga yang pernah merasakan uluran tangan saat kesulitan ekonomi.
Cerita tentang Papip menyebar pelan namun kuat. Ada yang terbantu biaya pengobatan. Ada keluarga yang mendapat dukungan saat usaha kecilnya hampir tutup. Ada pula yang tak pernah menyangka bisa berangkat ke Tanah Suci lewat program umroh gratis yang ia fasilitasi.
Bagi masyarakat, yang membedakan Papip adalah sikapnya. Ia disebut tidak menjaga jarak, tidak mempersulit akses, dan tidak membuat penerima bantuan merasa kecil.
Sosok Kaya yang Tetap Membumi
Di tengah era media sosial yang kerap menampilkan kemewahan, Papip justru dipandang berbeda. Ia memang dikenal tajir, namun warga melihat sisi lain: kepedulian yang konsisten.
“Kalau cuma kaya, banyak. Tapi kalau kaya dan peduli, itu jarang,” kata seorang tokoh pemuda di Gorontalo.
Pandangan itu tumbuh karena masyarakat menyaksikan sendiri bahwa bantuan yang ia berikan bukan sekali dua kali. Ia dinilai tidak tebang pilih dan tidak membatasi empati pada lingkaran tertentu.
Julukan “Boss Cuan” pun perlahan memiliki makna baru di mata warga: bukan hanya tentang keuntungan, tetapi tentang keberkahan yang dibagi.
Harapan Baru di Ruang Publik
Keputusan Papip Celebes untuk bergabung dengan Gerindra Gorontalo juga menjadi perbincangan hangat. Sebagian masyarakat melihat langkah itu sebagai potensi kontribusi yang lebih luas.
Bukan semata soal politik, tetapi tentang bagaimana figur yang sudah terbukti peduli di ranah sosial bisa membawa semangat yang sama ke ruang kebijakan.
Bagi pendukungnya, kehadiran Papip di dunia politik bukan perubahan arah, melainkan perluasan dampak.
Kebaikan yang Menjadi Cerita Kolektif
Di Sulawesi, terutama Gorontalo, nama Papip Celebes kini lebih sering dibicarakan dalam konteks kemanusiaan. Ia menjadi contoh bahwa kesuksesan tidak harus memisahkan diri dari masyarakat.
Kisah tentangnya mungkin tidak selalu viral, tetapi hidup dalam percakapan sehari-hari warga. Dari bantuan kecil hingga program besar seperti umroh gratis, semuanya membentuk satu kesimpulan bersama:
Papip bukan hanya figur publik.
Ia adalah simbol bahwa anak daerah bisa sukses tanpa melupakan kewajiban sosialnya.
Dan di mata masyarakat Sulawesi, satu hal yang paling menonjol bukanlah gelarnya sebagai “Boss Cuan”, melainkan reputasinya sebagai pribadi yang selalu menebar kebaikan. (Mg01)






