Lucy Wenas: Berbuat Baik Kepada Siapa Saja

oleh -42 Dilihat
Gambar: Lucy Wenas, tokoh perempuan Minahasa yang menetap di Las Vegas, Amerika Serikat, dikenal aktif membangun kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat Kawanua perantauan, Minggu, 19 Januari 2026. Foto: IKNews / Dokumentasi Pribadi.
IKNews, SOSOK – Sebagai seorang perempuan Minahasa, Lucy Wenas tidak pernah melupakan kampung halamannya meskipun dia sudah tinggal menetap di Las Vegas, Amerika Serikat lebih dari 20 tahun. Perempuan kelahiran Pakuure, Minahasa Selatan, 30 Januari 1960 ini, selalu mengenang masa kecilnya di Tiniawangko, Matani dan Kaaten Tomohon serta Manado. “Saya lahir di hutan Pakuure pada jaman Permesta, saat itu orang tua saya dalam penyingkiran di hutan,”kenang Lucy. Dia menyadari pengalaman masa kecil yang keras dan penuh tantangan itulah yang membuatnya menjadi seorang perempuan yang tegar dan tidak mudah menyerah dalam kondisi apapun.
Lucy lahir dari Ibu Syull Tampi dan Benny Wenas serta memiliki saudara kandung sebanyak lima orang yang semuanya lahir di Tomohon. Mereka hidup sederhana dan menikmati kebersamaan sebagai sebuah keluarga. Semuanya dijalani Lucy dan keluarga dengan apa adanya dan terus berserah kepada Tuhan Yesus. “Meskipun saya masih berusia muda, anak kecil tetapi saya bisa merasakan bagaimana kedua orang tua kami dengan susah payah membesarkan kami kakak beradik,”tutur istri dari Mark Martin, pria berkebangsaan Amerika Serikat ini.
Kedua orang tua Lucy sempat tinggal di Manado sebab ayahnya pernah menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi di Manado dan kemudian mereka menetap di Tomohon. Lucy menyelesaikan pendidikan dasar di SD GMIM 3 Kaaten Tomohon dan sempat mengenyam pendidikan menengah di SMP Kristen Tomohon lalu kemudian pindah ke Jakarta. Di Jakarta Lucy menyelesaikan studi di SMPN 68 Jakarta dan SMA Sumbangsi Jakarta. Bagi Lucy menekuni studi di Tomohon dan Jakarta adalah pengalaman istimewa yang tidak akan pernah terlupakan. “Pendidikan adalah harta yang paling berharga yang diwariskan kedua orang tua kami,”katanya. Setelah menyelesaikan studinya Lucy kemudian bekerja di JPMorgan/Chase, sebuah perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional raksasa asal Amerika Serikat.
Komitmen kedua orang tuanya kepada pendidikan tidak lepas dari warisan pendidikan dari kakeknya Lucy yaitu Herman Jacob Wenas yang adalah ayah dari Benny Wenas. Opa  Herman adalah birokrat sukses dalam pemerintahan dan memiliki karir gemilang sejak tahun 1920-1950. Herman Wenas pernah menjadi staf Kantor Post yang meliputi Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat (1920-1927). Sesudah itu Herman Wenas dipercayakan sebagai Hukum Kedua dan Hukum Besar (1927-1947). Sejumlah jabatan bergengsi yang diembannya adalah Majoor Minahasa terakhir (1947), Wakil 3 Negara Indonesia Timur (1947-1948) dan bertugas di Pemerintahan di Makasar, Jakarta dan Manado (1952-1954).  Kakak dari opanya adalah pemimpin gereja yang terkenal yaitu Ds. Albertus Zacharias Roentoerambi Wenas yang adalah Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) pribumi pertama.
Lucy banyak belajar dari kedua orang tuanya yang terus menjadi teladan semasa hidup mereka. “Kami diajarkan kedisiplinan dan bagaimana hidup yang selalu bersyukur serta berbuat baik kepada orang lain. Hidup ini adalah anugerah dari Tuhan,”tuturnya. Medio Agustus 2025 Lucy dipercayakan menjadi Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Las Vegas. Kepercayaan yang diembannya sebagai Ketua K3 adalah bentuk kecintaannya kepada masyarakat Kawanua. Dengan rendah hati dan keluwesannya Lucy berhasil merangkul sebagian warga Kawanua di Las Vegas dan menyatukan potensi yang mereka miliki. “Kami begitu akrab dan memiliki ikatan persaudaraan yang kuat sehingga boleh baku-baku bae, baku sayang dan saling membantu. Di perantauan seperti ini kita tidak boleh hidup untuk diri sendiri saja, tetapi juga peduli dan berbagi dengan saudara-saudara kita,”tambahnya.*
Peliput: Feybe L

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.