Dibalik Dentum Malam Tahun Baru

oleh -181 Dilihat
Gambar: Budi Dako, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Pro Jurnalis Media Siber, mengajak masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai momentum refleksi dan kepedulian sosial. Selasa, 31 Desember 2025, FOTO : Dok. Pribadi / Budi Dako.

IKNews, OPINI – Gemuruh kembang api yang menghiasi langit malam pergantian tahun kerap disambut sorak gembira dan tawa bahagia. Namun, di balik cahaya yang memukau itu, ada pilu yang sering luput dari perhatian. Ada air mata yang jatuh diam-diam, ada rindu yang tak tersampaikan, dan ada mimpi yang tertunda akibat duka dan bencana.

Akhir tahun seharusnya menjadi momen refleksi, bukan semata euforia. Saat sebagian dari kita merayakan dengan pesta dan hura-hura, saudara-saudara kita di berbagai daerah masih berjuang memulihkan diri dari bencana. Rumah mereka mungkin telah menjadi puing, orang-orang tercinta mungkin telah pergi untuk selamanya, dan harapan mereka tengah diuji oleh kenyataan yang getir.

Euforia pergantian tahun jangan sampai menutup mata dan hati kita terhadap jeritan mereka yang terluka. Gemerlap perayaan tidak boleh mengaburkan nurani, seolah penderitaan sesama bukan bagian dari tanggung jawab kita bersama.

Akhir tahun justru menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dan menunjukkan empati. Alih-alih menghamburkan rezeki untuk kesenangan sesaat, mengapa tidak menyisihkan sebagian untuk membantu mereka yang membutuhkan? Alih-alih larut dalam pesta yang hampa makna, mengapa tidak meluangkan waktu untuk mendoakan, mengunjungi, atau sekadar menguatkan mereka yang sedang berduka?

Kepedulian sejati bukan hanya tentang memberi bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kehangatan, pelukan, dan harapan bagi mereka yang hampir putus asa. Uluran tangan kita dapat menjadi penopang agar mereka kembali tegar menatap masa depan.

Menyambut tahun baru 2026, marilah kita membawa semangat baru: solidaritas yang kuat, kepedulian yang tulus, dan kesadaran untuk menjaga lingkungan agar bencana serupa tidak terus berulang. Perayaan yang sederhana namun penuh makna akan jauh lebih bernilai daripada kemewahan yang melupakan sesama.

Semoga tahun yang baru menghadirkan kedamaian, kekuatan, dan harapan—bukan hanya bagi mereka yang merayakan, tetapi juga bagi mereka yang masih berjuang dalam diam.*

Oleh: Budi Dako, C.IJ., C.PW.
(Wakil Sekretaris Jenderal DPP Pro Jurnalis Media Siber)

 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.