IKNews, MANADO – Masalah pencurian air dan kebocoran pipa distribusi kembali mencuat dalam evaluasi kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wanua Wenang. Isu tersebut dibahas secara khusus dalam rapat antara jajaran pimpinan PDAM dan Wali Kota Manado Andrei Angouw, Rabu (21/1/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Manado itu menyoroti capaian program PDAM sepanjang tahun 2025, sekaligus kendala teknis yang masih berdampak pada pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Andrei mengajukan sejumlah pertanyaan terkait efektivitas program yang telah dijalankan, termasuk langkah pengawasan distribusi air. Ia menaruh perhatian pada masih adanya kehilangan air yang dinilai merugikan perusahaan sekaligus pelanggan.
Direktur Utama PDAM Wanua Wenang, Meiky Taliwuna, mengakui bahwa pencurian air serta kebocoran jaringan pipa menjadi persoalan utama yang belum sepenuhnya teratasi.
“Masih ditemukan pencurian air dan pipa distribusi yang bocor, ini yang terus kami benahi,” kata Taliwuna di hadapan Wali Kota.
Selain persoalan teknis, Wali Kota juga menyinggung persepsi sebagian warga yang masih mengandalkan air bor swadaya. Ia mempertanyakan strategi PDAM dalam meyakinkan masyarakat agar beralih ke layanan air bersih resmi.
Menanggapi hal tersebut, Taliwuna memaparkan sejumlah program peningkatan kualitas dan kontinuitas air bersih ke rumah warga. Menurutnya, upaya tersebut bertujuan memperbaiki kepercayaan publik terhadap layanan PDAM.
“Kami berupaya meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat merasa puas dan benar-benar terlayani, sehingga pandangan negatif terhadap pelayanan air bersih bisa berubah,” ujarnya.
Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar perbaikan pelayanan PDAM Wanua Wenang ke depan, terutama dalam menekan kehilangan air dan meningkatkan distribusi yang merata bagi warga Kota Manado.* (Mg01)






