IKNews, MANADO — Hamparan jagung menguning di Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kamis (15/1/2026), menjadi penanda keberhasilan Kelompok Tani KOKA dalam mengelola lahan pertanian seluas 1,8 hektare. Dari lahan tersebut, petani memperkirakan hasil panen mencapai sekitar 10 ton jagung.
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, turut hadir menyaksikan langsung proses panen. Ia tampak berdialog dengan petani mengenai hasil produksi dan kondisi harga jagung di tingkat lapangan yang saat ini berada di kisaran Rp6.300 hingga Rp6.500 per kilogram.
Harga tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi petani dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan mereka. Sejumlah petani mengaku hasil panen kali ini lebih baik dibanding musim sebelumnya, terutama karena cuaca yang relatif mendukung dan pendampingan dari penyuluh pertanian.
Di sela kegiatan, Richard Sualang menekankan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang penting ketahanan pangan daerah. Menurutnya, keberhasilan panen jagung ini menunjukkan potensi pertanian perkotaan yang tetap bisa berkembang jika dikelola dengan baik.
“Panen ini bukan hanya soal hasil, tapi tentang konsistensi petani menjaga produksi di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Manado berkomitmen untuk terus mendukung petani, baik melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, maupun menjaga stabilitas harga agar petani tidak dirugikan.
Keberhasilan Kelompok Tani KOKA diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain di wilayah Manado, sekaligus mendorong penguatan kemandirian pangan lokal.
Kegiatan panen tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Kota Manado M. Sofyan, Camat Mapanget Deysie Kalalo, serta sejumlah warga yang ikut membantu proses panen di lahan pertanian tersebut.* (Mg01)






