AARS Paparkan Arah Pembangunan Manado 2026

oleh -174 Dilihat
Gambar: Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang menyampaikan evaluasi kinerja 2025 dan arah pembangunan Kota Manado tahun 2026 dalam dialog bersama wartawan di Tang Cafe, Lawangirung, Selasa, 6 Januari 2026. Foto: Dok. Dinas Kominfo Kota Manado.

IKNews, MANADO – Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang membeberkan evaluasi kinerja pemerintah kota sepanjang 2025 sekaligus arah kebijakan pembangunan 2026 dalam pertemuan dengan wartawan, Selasa (awal Januari 2026), di Tang Cafe, kawasan Lawangirung.

Pertemuan yang berlangsung dalam format dialog terbuka itu dihadiri insan pers yang sehari-hari meliput di lingkungan Pemerintah Kota Manado. Sejumlah pejabat juga tampak hadir, di antaranya Sekretaris Kota Manado dr. Steaven Dandel, serta Kepala Dinas Kominfo Manado Yanti Mongkauw.

Dalam pemaparannya, Andrei Angouw menyebut bahwa seluruh program pembangunan tetap berpijak pada visi dan misi kepemimpinan AARS. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, layanan dasar nonfisik, pengelolaan sampah, air minum, hingga transportasi perkotaan yang sebagian didukung pemerintah pusat.

“Semua program terus kami perbaiki dan tingkatkan. Targetnya sederhana, pelayanan publik berjalan lebih baik dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujar Andrei di hadapan wartawan.

Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran pada 2026, Andrei menegaskan roda pembangunan tidak akan berhenti. Pemerintah kota, kata dia, akan memaksimalkan program prioritas yang sudah dirancang agar tetap sejalan dengan tujuan mewujudkan Manado yang sejahtera.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk kesiapan mental dan keterampilan, agar Manado mampu bersaing di tengah dinamika pembangunan perkotaan.

Dalam kesempatan tersebut, Andrei juga menyinggung sektor pariwisata dan perdagangan sebagai penggerak utama ekonomi kota. Ia berharap kedua sektor itu terus tumbuh sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menariknya, Andrei menganalogikan pelaksanaan pembangunan dengan dunia medis, mengutip pandangan mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Menurutnya, pembangunan harus dijalankan dengan takaran yang tepat.

“Kalau obatnya kurang, penyakit tidak sembuh. Kalau dosisnya berlebihan, pasien bisa kolaps. Pembangunan juga begitu, tidak boleh kurang, tidak boleh berlebihan. Harus pas sesuai parameter,” ujarnya.

Usai pemaparan, dialog antara kepala daerah dan wartawan berlangsung cukup dinamis. Sejumlah jurnalis mengapresiasi capaian pemerintah kota sepanjang 2025, sembari menyampaikan catatan kritis dan masukan untuk perbaikan ke depan.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Andrei dan Richard menegaskan bahwa setiap proses pembangunan memiliki konsekuensi. Namun, menurut mereka, kemajuan kota tidak dapat dihindari seiring perkembangan zaman, dan pemerintah berupaya memastikan perubahan itu tetap membawa manfaat bagi masyarakat luas.* (Mg01)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.