Skrining Kanker Serviks di Malang Masih Rendah, Dinkes Genjot Deteksi Dini Lewat Metode Mandiri

oleh -6 Dilihat
Gambar: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menyampaikan paparan terkait penguatan deteksi dini kanker serviks dalam kegiatan advokasi di Ruang Rapat Panji Pulang Jiwo, Kepanjen, dengan fokus pada peningkatan partisipasi skrining melalui metode mandiri, Kamis (09 April 2026). Foto: dws.

IKNews, MALANG – Upaya deteksi dini kanker leher rahim di Kabupaten Malang masih menghadapi tantangan serius. Dari ratusan ribu perempuan yang menjadi sasaran, capaian skrining masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Malang untuk memperkuat strategi pencegahan, salah satunya dengan memperkenalkan metode self-sampling—teknik pengambilan sampel secara mandiri oleh perempuan untuk mendeteksi kanker serviks.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, mengatakan metode ini diharapkan mampu menjawab kendala rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan.

“Metode ini lebih praktis dan nyaman, sehingga diharapkan perempuan tidak lagi ragu untuk melakukan skrining secara rutin,” ujarnya saat kegiatan advokasi di Kepanjen, Kamis.

Data pemerintah daerah menunjukkan, dari lebih dari 720 ribu perempuan usia 30 hingga 69 tahun yang menjadi sasaran skrining, baru sekitar 41 ribu orang yang telah menjalani pemeriksaan. Angka tersebut setara dengan sekitar 5,7 persen, masih jauh dari target 70 persen dalam tiga tahun.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menegaskan bahwa kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga global.

Ia menyebut penyakit ini menempati salah satu posisi tertinggi penyebab kematian pada perempuan di dunia, sehingga upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi hingga penanganan.

“Deteksi dini menjadi kunci utama. Jika ditemukan lebih awal, penanganan bisa jauh lebih efektif dan risiko kematian dapat ditekan,” kata Lathifah.

Menurutnya, pendekatan tidak bisa hanya bertumpu pada layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara aktif. Edukasi dan kemudahan akses layanan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran perempuan untuk memeriksakan diri.

Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan peningkatan cakupan skrining secara bertahap, sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan agar lebih responsif dan mudah dijangkau. Kolaborasi lintas sektor juga dinilai penting untuk mempercepat pencapaian target tersebut.

Dengan berbagai langkah yang mulai didorong, pemerintah daerah berharap angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.* (Dws)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.